Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 12:38 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 4,7 Bekasi Dipicu Segmen Citarum Bukan Baribis

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat kemarin, dipastikan oleh BMKG berasal dari segmen Citarum. Pihak BMKG menegaskan bahwa gempa ini bukan disebabkan oleh segmen Baribis.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan pusat gempa terletak di selatan segmen Citarum, menambah pemahaman kita mengenai aktivitas seismik di wilayah tersebut.

Detail Gempa Bumi

Gempa terjadi pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, dan terasa di berbagai daerah di Jabodetabek. Meskipun awalnya dilaporkan dengan kekuatan magnitudo 4,9, setelah dimutakhirkan, kekuatannya menjadi 4,7.

Episenter gempa berada pada koordinat 6,52 derajat Lintang Selatan dan 107,25 derajat Bujur Timur, terletak 19 km tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 km. Ini menunjukkan bahwa pusat gempa berada di darat dan cukup dekat dengan pemukiman.

Sumber dan Dampak Gempa

Daryono menjelaskan bahwa “gempa semalam itu pemicunya segmen Citarum bukan Baribis”. Segmen ini berbeda dari segmen Baribis yang berada lebih jauh ke timur, dekat Kuningan atau Cirebon.

Dari informasi yang diperoleh, intensitas gempa ini dirasakan dengan Skala III-IV MMI di Bekasi, artinya getaran terasa nyata seperti ada truk yang lewat. Getaran tersebut juga terdeteksi oleh warga di luar rumah, yang menyebabkan suara derik pada jendela dan dinding.

Pascagempa dan Aktivitas Seismik Lanjutan

Setelah gempa utama, BMKG melaporkan adanya 13 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 3,9 dan terkecil 1,7. Laporan menyebutkan bahwa sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat getaran tersebut.

Selain Bekasi, getaran juga dirasakan di Purwakarta, Cikarang, Depok, serta daerah lebih jauh seperti Bandung, Jakarta, dan Tangerang. Hal ini menunjukkan bahwa dampak gempa cukup luas, mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga di sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU