Sabtu, 23 AGUSTUS 2025 • 23:16 WIB

Tantangan Lulusan Ilmu Komputer di Tengah Badai PHK Global

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terus mengancam pasar kerja global, dan ternyata lulusan Ilmu Komputer adalah salah satu kelompok yang merasakannya. Meskipun dianggap sebagai jalur karir yang menjanjikan, angka pengangguran di kalangan mereka menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Tingginya Pengangguran di Jurusan Ilmu Komputer

Di Amerika Serikat, lulusan Ilmu Komputer tercatat memiliki tingkat pengangguran sebesar 6,1%, menjadikannya sebagai jurusan dengan pengangguran tertinggi ketujuh, menurut laporan dari The Federal Reserve Bank of New York.

Gelombang PHK di sektor teknologi, terutama di perusahaan besar seperti Amazon dan Google, turut menyumbang pada kesulitan yang dialami oleh para lulusan baru. Meskipun mereka kerap dipandang memiliki potensi gaji tinggi, kenyataan di lapangan menunjukkan angka pengangguran yang cukup menyedihkan.

Kesenjangan Antara Permintaan dan Penawaran

Sebuah laporan dari Oxford Economics menunjukkan bahwa lulusan baru yang menganggur berkontribusi sebesar 12% terhadap kenaikan 85% tingkat pengangguran di AS sejak pertengahan 2023, terutama di sektor teknologi yang telah mengalami penurunan permintaan.

Matthew Martin, ekonom senior di Oxford Economics, menyatakan, “Ada ketidaksesuaian antara permintaan bisnis dan pasokan tenaga kerja secara keseluruhan,” dan menggarisbawahi bahwa masalah ini sangat terfokus di sektor teknologi, di mana jumlah lulusan Ilmu Komputer melonjak.

Revolusi AI dan Masa Depan Pekerjaan

Jensen Huang, CEO Nvidia, mengungkapkan bahwa dengan kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI), manusia tidak perlu lagi belajar Ilmu Komputer. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan, “Kami akan membuat komputer jadi lebih pintar, sehingga tak ada lagi yang perlu belajar ilmu komputer untuk membuat pemrograman komputer.”

Dia juga menjelaskan bahwa meskipun otomatisasi akan berperan penting, peran manusia tetap dibutuhkan untuk melatih robot agar produktif. Ini menyiratkan bahwa otomatisasi dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, bukan justru menghilangkan kesempatan kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU