Senin, 25 AGUSTUS 2025 • 12:24 WIB

Kasus Kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, Menyimpan Banyak Misteri

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – Kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, kini memasuki babak baru dengan sejumlah pengakuan dari keluarganya. Penemuan baru ini menyoroti fakta mengejutkan terkait ponsel dan keberadaan pria misterius.

Arya Daru ditemukan meninggal dengan keadaan mencurigakan di sebuah kos di Jakarta Pusat pada bulan Juli lalu. Meskipun hasil awal penyelidikan menyatakan kematiannya bukan akibat pembunuhan, pertanyaan masih mengemuka dari pihak keluarga.

Ponsel Arya Daru yang Hilang Kini Dinyatakan Aktif

Keluarga Arya Daru, melalui penasihat hukum mereka, Nicholay Aprilindo, mengungkapkan bahwa ponsel almarhum sempat menunjukkan status aktif di media sosial. “Kami baru mendapatkan informasi dari istrinya, keluarganya bahwa beberapa waktu yang lalu Instagram dari almarhum saat ini ON,” ujar Nicholay dalam konferensi pers di Yogyakarta, baru-baru ini.

Hal ini bertolak belakang dengan keterangan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang menyatakan bahwa ponsel Arya hilang dan sedang dalam pencarian. AKBP Wira Satya Triputra menyebutkan bahwa ponsel Samsung S22 yang dipakai Arya terakhir terlacak di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, namun saat ini dalam kondisi mati.

Keluarga juga melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut dengan mencoba mengirim pesan melalui WhatsApp ke ponsel Arya, dan hasilnya menunjukkan tanda centang dua, yang berarti ponsel tersebut aktif. Nicholay menambahkan, “Berarti kan ON,” menandakan adanya kecurigaan yang semakin mendalam.

Kedatangan Pria Misterius dan Paket Aneh

Nicholay juga membahas kehadiran seorang pria misterius yang datang ke rumah mertua Arya di Bantul, DIY. Pria tersebut dikatakan membawa amplop berisi benda-benda aneh seperti simbol bintang dan hati dari gabus putih, serta bunga kamboja.

“Ada seseorang membawa amplop coklat, amplop coklat itu berisi simbol-simbol dari gabus putih, yaitu simbol bintang, simbol hati dan simbol bunga kamboja,” papar Nicholay mengenai kejadian saat pengajian untuk mendoakan almarhum.

Munculnya sosok misterius ini menambah ketegangan dalam kasus yang sudah rumit, menimbulkan pertanyaan tentang siapa orang itu dan apa maksud di balik hadiah yang dibawanya.

Keraguan Terhadap Hasil Penyelidikan Polisi

Keluarga Arya menunjukkan ketidakpuasan terhadap penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian. Dwi Librianto, penasihat hukum keluarga, mengungkapkan bahwa Meta Ayu Puspitranti, istri almarhum, telah menghubungi Polsek Menteng hingga tujuh kali tetapi tidak memperoleh respons.

Dwi menceritakan, “Tujuh kali istrinya almarhum menghubungi Polsek Menteng,” dan baru mendapatkan jawaban saat menghubungi penjaga kos yang melakukan pengecekan kamar pada jam-jam tertentu.

Keluarga meminta agar proses rekonstruksi dan otopsi diulang, mengingat mereka masih merasa ada kejanggalan dalam hasil penyelidikan. Nicholay menyatakan, “Keluarga sampai sekarang masih mempertanyakan statemen atau rilis Polda Metro Jaya atas kematian almarhum yang katanya tidak ada pihak lain, dan tidak ada tindak pidana.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU