Ledakan Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz: Satu WNI Selamat, Tiga ABK Hilang
Ledakan yang mengoyang Kapal Musaffah 2 terjadi di Selat Hormuz, dengan satu anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Insiden ini terjadi pada dini hari, meninggalkan banyak pertanyaan terkait penyebab dan kondisi ABK yang hilang.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Yudha Nugraha, melaporkan bahwa ABK yang selamat mengalami luka bakar di 20 persen bagian tubuhnya dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
Insiden ledakan terjadi saat Kapal Musaffah 2 bersiap menarik kapal kontainer yang bermasalah. Merujuk keterangan Yudha Nugraha, ledakan berlangsung sekitar pukul 02.00 dini hari, di mana kondisi gelap menyelimuti area tersebut.
Kapal Musaffah 2 memiliki tujuh ABK, empat di antaranya adalah WNI. Kementerian Luar Negeri melaporkan bahwa informasi mengenai kejadian ini diterima sekitar pukul 09.00, setelah adanya saksi mata dari kalangan WNI yang menyaksikan langsung insiden tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Saksi tersebut menyebutkan bahwa kapal tugboat berangkat dari Ras Al Khaimah, UEA, dan tiba di lokasi tanpa ada tanda-tanda mencurigakan sebelum ledakan. Penggunaan lampu dan peralatan yang tepat sangat penting dalam situasi gelap seperti itu.
Yudha Nugraha mengonfirmasi bahwa ABK yang selamat kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Kota Khasab. Rumah sakit tersebut terletak tidak jauh dari lokasi kejadian dan menjadi tempat penanganan bagi korban.
Punya informasi lebih lanjut, Yudha mengakui bahwa pencarian untuk ketiga ABK yang hilang masih berlangsung. Upaya pencarian ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan semua anak buah kapal yang bekerja di daerah berbahaya ini.
Pihak KBRI UEA hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab dari ledakan yang misterius tersebut. Yudha menyatakan, 'Kami tidak ingin berspekulasi sebelum penyelidikan resmi dari otoritas setempat.'
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Yudha juga menegaskan bahwa terlampau prematur untuk mengaitkan ledakan ini dengan kondisi penutupan Selat Hormuz. Ia menggarisbawahi pentingnya menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak merugikan pihak-pihak terkait.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: