Kondisi Teheran Memanas, Serangan AS dan Israel Terus Berlanjut
Hari keenam konflik, Teheran kembali diguncang ledakan besar dari serangan Amerika Serikat dan Israel. Warga ibukota Iran ini terbangun tengah malam oleh suara gemuruh yang menyelimuti kota.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Belum ada informasi jelas mengenai target serangan, namun dampaknya sudah dirasakan di seluruh Iran. Tidak hanya di Teheran, lebih dari 150 kota menjadi sasaran dalam gelombang serangan ini.
Serangan yang intensif berlangsung sejak tengah malam, mengakibatkan kepanikan di kalangan warga. "Warga Iran kembali terbangun pada hari keenam serangan AS dan Israel yang berlanjut," demikian laporan dari Al Jazeera.
Saksikan, seorang jurnalis yang berada di lokasi menyatakan, "Kami menyaksikan gelombang serangan ini dimulai dan sejam lalu kami mendengarkan ledakan besar dari arah timur ibu kota dan bahkan merasakan gelombang kejutnya di tempat kami berada."
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Serangan ini tidak hanya mengincar Teheran, namun juga merembet ke kota-kota berbasis Kurdi seperti Sanandaj, Saqqez, dan Bukan. Data menunjukkan, lebih dari 150 kota di Iran menjadi lokasi target serangan.
Panglima Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan serangan balasan terhadap target-target tersebut, menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan mengenai siapa atau apa yang menjadi target dalam serangan ini. Ketidakpastian ini hanya menambah ketegangan di kawasan yang sudah bergejolak.
Pihak militer Iran terus memberikan informasi terbaru terkait agresi ini sambil bersiap untuk melakukan retaliasi dalam waktu dekat, memperlihatkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: