Serangkaian Ledakan Mengguncang Negara-Negara Arab, Satu Tewas di Bahrain
Pada Senin, 2 Maret 2026, serangkaian ledakan mengguncang beberapa negara Arab, menandai meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Lokasi yang terdampak meliputi Manama di Bahrain, serta kota-kota besar seperti Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirat Arab, hingga Doha di Qatar.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Kementerian terkait di Bahrain melaporkan bahwa satu orang tewas akibat ledakan tersebut, sementara suara ledakan terdengar di berbagai lokasi dari Kuwait hingga Irak. Situasi ini menambah ketegangan yang sudah ada di kawasan akibat ketegangan militer yang meningkat.
Kementerian kesehatan Bahrain mengonfirmasi bahwa ledakan di ibu kota Bahrain telah menyebabkan satu kematian. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Saksi mata di UEA melaporkan suara ledakan yang terdengar di Abu Dhabi dan Dubai tidak lama setelah kejadian di Bahrain. Di Doha, Qatar, suara mirip ledakan juga didengar pada waktu yang bersamaan, menunjukkan dampak luas dari insiden tersebut.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Di Kuwait, keamanan diperketat setelah pasukan mencegat beberapa drone yang mengincar negara tersebut. Kepala Pertahanan Sipil Kuwait, Mohammed Al-Mansouri, menegaskan bahwa meskipun terjadi insiden, situasi di Kuwait tetap stabil.
Laporan mencatat setidaknya satu orang tewas dan 32 lainnya mengalami luka-luka, semuanya merupakan warga negara asing. Insiden ini menambah ketegangan pasca memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Di Irak, sistem pertahanan udara berhasil mencegat dua drone pada Senin pagi di dekat bandara Erbil. Serangan-serangan ini sangat diperhatikan karena Erbil merupakan basis pasukan koalisi yang dipimpin AS.
Konflik ini berawal dengan serangan AS ke berbagai target di Iran, menyusul terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa serangan ini direspons dengan keras, menunjukkan kemungkinan lebih banyak korban di masa depan.
Sementara itu, Israel memperluas operasi militernya hingga ke Lebanon, menandakan bahwa ketegangan ini telah meluas melampaui batasan nasional. Trump menegaskan, 'Sayangnya, kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum operasi ini berakhir.'
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: