Historis: Azan Pertama Bergema di Old Trafford
Azan untuk pertama kalinya menggema di Old Trafford, markas Manchester United, dalam sebuah momen yang mencolok dipimpin oleh qari Ibrahim Idris. Acara ini juga diiringi dengan kegiatan buka puasa yang diselenggarakan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC).
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kegiatan ini menjadi penting bagi komunitas Muslim di Inggris, menunjukkan komitmen klub dalam mendukung keberagaman dan inklusivitas dalam setiap aspek kedekatannya dengan para pendukung.
Old Trafford yang menjadi tuan rumah bagi ribuan penggemar sepak bola, menyaksikan azan pertama yang dikumandangkan dengan penuh keharuan. Ibrahim Idris, dikenal dengan suaranya yang merdu, melangsungkan pembacaan azan di tribun barat stadion.
Akun resmi Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) juga menyoroti kehadiran Ibrahim dalam acara tersebut, menekankan upaya klub untuk menciptakan ruang inklusif bagi semua pendukung. Kegiatan ini tak hanya ceremonial, tetapi menunjukkan keterlibatan klub dalam mendukung keberagaman.
Acara buka puasa yang dilaksanakan bersamaan dengan azan adalah kelanjutan dari acara serupa tahun lalu. Aktivitas ini menegaskan komitmen komunitas Muslim di Inggris dalam menyebarkan nilai-nilai positif melalui kegiatan sosial yang memiliki nuansa religius.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Ibrahim Idris, merupakan qari berbakat yang memulai pendidikan Al-Quran pada usia 12 tahun. Sebelum memfokuskan diri pada bidang ini, ia menekuni dunia sepak bola sejak usia 15 tahun, namun tetap menjaga hafalan Al-Qurannya.
Ibrahim melanjutkan pendidikannya di sebuah asrama yang khusus untuk mempelajari pengetahuan agama. Selain itu, ia juga aktif dalam bisnis dengan mendirikan Ibi Idris Academy yang berfokus pada pendidikan anak-anak.
Dedikasi Ibrahim terlihat tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam usaha mendukung pendidikan generasi mendatang, menciptakan kesempatan lebih luas bagi anak-anak.
Sebagai seorang qari yang aktif, Ibrahim tidak hanya dikenal melalui suaranya tetapi juga sebagai konten kreator di media sosial. Ia membagikan bacaan Al-Quran di berbagai platform seperti TikTok, YouTube, dan Spotify untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Salah satu video yang menarik perhatian diposting pada Desember 2023, di mana ia menceritakan pengalaman dan transisi konten yang berfokus pada penyampaian Al-Quran tanpa iringan musik. Dalam video tersebut, ia juga menyisipkan lagu 'Waqafa Al Telfo' oleh Ahmed Bukhatir.
Kehadiran Ibrahim di dunia maya berfungsi sebagai sarana efektif untuk mempromosikan ajaran Islam. Setiap segmen edukatif yang ia sajikan mampu menarik perhatian individu dari beragam latar belakang.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: