Penjelasan dr. Piprim Terkait Ketidakhadirannya di RS Fatmawati
Dokter spesialis jantung anak, dr. Piprim Basarah Yanuarso, memberikan klarifikasi mendalam mengenai ketidakhadirannya di RS Fatmawati selama satu bulan. Ia menegaskan bahwa alasan di balik ketidakhadirannya bukan karena malas, melainkan alasan administratif yang lebih kompleks.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, dr. Piprim menjelaskan situasi setelah mutasi yang diterimanya pada Mei, menegaskan bahwa ia tetap melanjutkan tugasnya di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam konferensi pers yang diadakan, dr. Piprim mengungkapkan informasi terkait ketidakhadirannya, menyatakan bahwa akses praktiknya di RSCM putus pada bulan Oktober. 'Saya berhenti kerja itu ketika akses DPJP saya diputus di RSCM bulan Oktober,' jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadirannya di RS Fatmawati bukan karena pembangkangan, melainkan adanya solusi yang telah ditawarkannya untuk tetap menjalankan tugas. 'Saya sudah tawarkan opsi,' katanya.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
dr. Piprim menjelaskan tanggung jawabnya sebagai pendidik klinis, yang meliputi pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dan dokter spesialis anak. 'Walaupun dibedakan, saya itu dokter pendidik klinis, bukan dokter sekadar layanan saja,' ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia dan berharap dapat melahirkan dokter-dokter konsultan jantung anak di seluruh provinsi.
Menghadapi polemik yang muncul, dr. Piprim meminta agar situasi ini tidak dipersempit sebagai pelanggaran administratif semata. 'Jangan dipelintir seolah-olah ini hanya pelanggaran disiplin,' tegasnya.
Ia berharap penjelasan yang diberikan dapat memberikan perspektif lebih luas tentang perannya dalam sistem kesehatan di Indonesia, terutama berkaitan dengan fungsi pendidikan yang ia jalankan.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: