BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 16:39 WIB

Isu Pembantaian Anjing Liar Maroko Menjelang Piala Dunia 2030

Isu Pembantaian Anjing Liar Maroko Menjelang Piala Dunia 2030Isu Pembantaian Anjing Liar Maroko Menjelang Piala Dunia 2030

Maroko tengah berhadapan dengan tuduhan terkait rencana pembantaian jutaan anjing liar menjelang Piala Dunia 2030. Tuduhan ini muncul di tengah perhatian internasional dan sorotan terhadap perlindungan hewan di negara tersebut.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Dengan Maroko sebagai salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal, praktik perlindungan hewan menjadi fokus, terutama mengingat laporan tentang meningkatnya pembunuhan anjing liar setiap tahunnya.

Tuduhan Pembantaian Anjing Liar

Koalisi Internasional untuk Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan (IAWPC) menyatakan bahwa sekitar 300 ribu anjing liar dan peliharaan dibunuh setiap tahun di Maroko. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjelang Piala Dunia 2030, di mana negara itu akan berbagi peran dengan dua negara Eropa.

IAWPC melaporkan bahwa pembunuhan anjing dilakukan dengan berbagai cara seperti penembakan, jebakan, dan penggunaan racun. Dalam laporan mereka, IAWPC menekankan, 'Setelah [konfirmasi Piala Dunia], pembunuhan anjing meningkat secara dramatis.'

Kekhawatiran menyebar bahwa Maroko mungkin merencanakan pembantaian massal hingga 3 juta anjing untuk 'membersihkan' jalanan dari hewan liar sebelum event besar ini.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Respon dan Penolakan dari Kedutaan Maroko

Kedutaan Besar Maroko di London dengan tegas membantah tuduhan ini, menegaskan bahwa negara tersebut berkomitmen pada pengelolaan hewan yang manusiawi dan berkelanjutan. Mereka juga menyampaikan rencana untuk melindungi hewan liar.

Maroko telah mengusulkan rancangan undang-undang pada Agustus 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan hewan, termasuk mengatur sanksi bagi penyiksa hewan. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perlindungan hewan.

Kedutaan juga mengingatkan bahwa pelanggaran terkait perlindungan hewan dapat mengarah pada denda dan sanksi pidana bagi mereka yang mengabaikan hukum tersebut.

Meningkatnya Sorotan Internasional

Sorotan terhadap perlindungan hewan di Maroko semakin meningkat seiring dengan statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia. Banyak organisasi dan aktivis hewan menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan perlindungan bagi anjing liar.

IAWPC menekankan pentingnya intervensi internasional untuk mencegah praktik pembantaian ini. 'Kami menyerukan perhatian dunia untuk mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat menyambut acara besar seperti Piala Dunia,' demikian pendapat perwakilan IAWPC.

Tantangan besar kini dihadapi Maroko dalam menangani kritik global, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Piala Dunia tidak berdampak negatif pada kesejahteraan hewan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Isu Pembantaian Anjing Liar Maroko Menjelang Piala Dunia 2030

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!