Mantan Pangeran Andrew Dibebaskan di Tengah Penyidikan Kontroversial
Mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor baru-baru ini dibebaskan setelah ditahan oleh Kepolisian Thames Valley pada 19 Februari 2026. Penahanan ini terkait dengan dugaan pelanggaran saat menjabat dan penyelidikan mengenai pertukaran dokumen rahasia dengan Jeffrey Epstein.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Kepolisian telah memastikan bahwa meskipun Andrew telah meninggalkan kantor polisi, ia masih dalam status penyelidikan. Penggeledahan juga dilakukan di kediamannya di Sandringham, Norfolk sebelum penangkapannya.
Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi penahanan Andrew dengan pernyataan, 'Pria yang sempat ditahan itu kini telah dilepaskan [tapi masih] dalam penyelidikan.' Penyelidikan ini muncul dari pengaduan atas dugaan tindakan Andrew dalam mengakses dan membagikan dokumen rahasia saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan.
Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, menekankan pentingnya integritas dalam penyelidikan ini. 'Setelah peninjauan menyeluruh, sekarang kami telah membuka penyelidikan atas tuduhan pelanggaran jabatan publik,' ujarnya.
Dengan banyaknya perhatian publik pada kasus ini, pihak kepolisian menjanjikan pembaruan informasi pada proses penyelidikan yang masih berlangsung. 'Kami memahami atensi publik yang signifikan dalam kasus ini,' tambahnya.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Andrew, yang kehilangan gelarnya tahun lalu, dengan tegas membantah semua tuduhan terhadapnya. Ia menegaskan tidak terlibat dalam pelanggaran apa pun yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, dan memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai tuduhan-tuduhan tertentu.
Raja Charles III pun memberikan pernyataan mengenai situasi tersebut, mengatakan, 'Saya menerima kabar dengan keprihatinan mendalam mengenai Andrew Mountbatten-Windsor serta kecurigaan adanya pelanggaran saat memangku jabatan publik.'
Ia juga menekankan pentingnya proses hukum, 'Hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. Seiring berjalannya proses ini, tidak tepat bagi saya untuk memberikan komentar lebih lanjut.'
Reaksi terhadap penahanan Andrew datang dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah. Wakil Perdana Menteri David Lammy menekankan, 'Tidak ada seorang pun di negara ini yang berada di atas hukum.'
Lammy menyatakan, 'Kini perkara tersebut merupakan penyelidikan polisi, yang harus berlangsung sebagaimana mestinya.' Pernyataan ini menunjukkan komitmen pada prinsip keadilan meski situasi ini memicu banyak perhatian dari masyarakat.
Kepolisian Thames Valley juga menyoroti perlunya penyelidikan yang objektif, terutama di tengah banyaknya spekulasi dan opini publik mengenai status serta reputasi mantan pangeran tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: