Fokus pada Poin: Matheus Cunha Singgung Nazar Potong Rambut Suporter
Matheus Cunha, pemain Manchester United, memberikan tanggapan tenang terhadap nazar potong rambut dari suporter timnya. Ia menekankan bahwa mencapai poin dalam kompetisi jauh lebih penting daripada masalah gaya rambut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Cunha menyatakan bahwa perhatian seharusnya terfokus pada pencapaian tim, bukan pada tindakan simbolis yang tidak berdampak langsung terhadap hasil pertandingan.
Dalam sebuah konferensi pers, Cunha menjelaskan reaksi terhadap nazar dari salah satu pendukung Manchester United, Frank Illet. Illet berikrar akan memotong rambutnya jika timnya meraih lima kemenangan beruntun di Liga Inggris.
Selama lebih dari 18 bulan, Illet tidak memangkas rambut dan berharap agar timnya mulai menunjukkan performa yang lebih baik. Ia menginginkan agar nazar ini dapat memotivasi tim untuk menggapai kemenangan tersebut.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Cunha menyatakan, 'Orang-orang lebih khawatir tentang mengejar lima kemenangan karena masalah potong rambut itu daripada memikirkan 15 poinnya.' Ia menegaskan bahwa fokus bulat harus ditempatkan pada perolehan poin maksimum.
Poin-poin ini sangat penting untuk memperbaiki posisi klub di klasemen Liga Inggris, dan Cunha merasa bahwa isu potong rambut adalah hal yang sepele dibandingkan dengan tantangan di lapangan.
Pemain berusia 26 tahun ini menambahkan bahwa meskipun nazar Illet dibicarakan di ruang ganti, hal itu tidak memberikan motivasi lebih bagi para pemain. 'Kami kadang membicarakannya, tetapi itu tidak terlalu memotivasi kami. Kami tidak menganggapnya keren,' ucapnya.
Cunha percaya bahwa tekanan dari hal-hal semacam ini perlu dihilangkan agar tim dapat menikmati pertandingan dan fokus pada performa. Menurutnya, membebaskan diri dari isu-isu yang tidak relevan akan membantu tim lebih bersenang-senang di lapangan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: