Inspirasi Program Makan Bergizi Gratis dari Negara Barat Menjadi Solusi Stunting di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terinspirasi oleh layanan serupa yang diterapkan di Amerika Serikat dan Eropa. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Business Summit di Washington DC pada Rabu (18/2).
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Prabowo menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari demokratisasi, di mana manfaat dari demokrasi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus perhatian Prabowo, yang melihatnya sebagai langkah untuk memastikan akses makanan bergizi bagi anak-anak. Ia menyatakan bahwa layanan ini merupakan replikasi dari sistem yang sudah sukses diterapkan di luar negeri.
Prabowo menjelaskan, "Saya menjalankan Program Makan Gratis, yang pada dasarnya saya tiru atau pelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa yang telah melakukannya selama bertahun-tahun." Ini menggambarkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi anak-anak.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak di Indonesia mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Salah satu isu yang menjadi perhatian Prabowo adalah tingginya angka stunting di kalangan anak-anak. Ia merujuk data yang menunjukkan bahwa 25 persen anak-anak Indonesia mengalami masalah tumbuh kembang ini.
Prabowo mengungkapkan, "Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting (tengkes). Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa." Poin ini menunjukkan urgensi penanganan stunting.
Melalui MBG, Prabowo berharap dapat menekan angka stunting dengan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak, sehingga membantu perkembangan mereka.
Dalam hal pendanaan untuk program MBG, Prabowo menjelaskan bahwa anggaran dioptimalkan melalui penghematan dari inefisiensi pengeluaran negara. Ini menciptakan sumber dana yang dialokasikan untuk mendukung program ini.
Ia menambahkan, "Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara." Penjelasan ini memberikan gambaran tentang pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Prabowo juga menyatakan bahwa investasi sebesar US$1 untuk program ini dapat menghasilkan imbal balik hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang. Ini menunjukkan potensi positif dari investasi dalam kesehatan anak di masa depan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: