Dialog Strategis untuk Hubungan China-AS yang Lebih Baik
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menekankan pentingnya dialog dalam membangun hubungan antara China dan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di Konferensi Keamanan Munich.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Pertemuan tersebut membahas persiapan untuk menjadwalkan pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump, yang direncanakan berlangsung pada April 2026. Wang Yi menegaskan, 'Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik.'
Pada 13 Februari 2026, Wang Yi dan Marco Rubio mengadakan pertemuan yang terbilang konstruktif. Dalam pertemuan ini, Wang Yi menggarisbawahi bahwa kedua pemimpin negara telah memberikan arahan strategis untuk hubungan China-AS.
Ia menambahkan bahwa tahun ini bisa menjadi momentum untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai antara kedua negara. Kesepakatan untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan mulai terlihat jelas dalam diskusi ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyampaikan bahwa Rubio memandang pertemuan tersebut sebagai langkah positif. Ia menekankan bahwa komunikasi berbasis hasil amat penting untuk menangani isu-isu bilateral dan global.
Diharapkan, komunikasi yang baik ini dapat mencegah munculnya konflik di masa mendatang. Diskusi mengenai rencana kunjungan Presiden Trump ke China juga menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan ini.
Wang Yi menjelaskan bahwa tanggung jawab terhadap sejarah dan masyarakat internasional harus menjadi dasar dalam membangun hubungan yang harmonis dengan AS. Ia membedakan antara dua kemungkinan jalur hubungan: kerja sama yang saling menguntungkan atau konfrontasi yang akan merugikan kedua belah pihak.
Meski berharap skenario kerja sama dapat terwujud, ia juga menyatakan kesiapan untuk menghadapi risiko yang mungkin muncul. 'Kami berharap skenario pertama yang terjadi, tetapi juga siap menghadapi berbagai risiko,' imbuhnya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: