Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Semarang
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung dampak tanah gerak yang terjadi di Jangli, Semarang pada Sabtu (14/02/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi situasi dan mendengarkan keluhan dari masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gibran menyatakan pentingnya keselamatan warga dan mendorong agar tidak kembali ke rumah yang berisiko. 'Keselamatan nomor satu, banyak anak-anak dan lansia di sini,' ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Ia berinteraksi dengan masyarakat untuk menilai kondisi yang mereka alami dan mendengarkan keluhan mereka.
Gubernur Ahmad Luthfi memberikan penjelasan mengenai rencana relokasi masyarakat yang terdampak. 'Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk merelokasi warga yang membutuhkan,' ujarnya.
Langkah relokasi ini dianggap penting untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul akibat pergerakan tanah yang terus berlanjut. 'Pemprov Jateng siap untuk memenuhi semua kebutuhan pokok bagi warga yang akan dipindahkan,' tambah Gubernur.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 66 jiwa yang berada di enam tenda pengungsian. Pengungsian ini dirancang untuk memberikan perlindungan sementara kepada warga setempat.
Seluruh kebutuhan logistik, termasuk fasilitas dasar, telah disiapkan di lokasi pengungsian yang berjarak sekitar 100-200 meter dari area terdampak. Ini bertujuan untuk menyediakan kenyamanan dan kesehatan bagi para pengungsi.
Maria juga menjelaskan bahwa selama dua bulan ke depan, beberapa warga yang memiliki tanah siap menyediakan tempat untuk relokasi, hingga solusi hunian tetap ditemukan.
Pemprov Jateng bersama Pemkot Semarang berkolaborasi dalam menangani situasi darurat ini. Menteri Pekerjaan Umum telah menjanjikan dukungan biaya relokasi untuk korban tanah gerak.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, 'Semua kebutuhan pokok akan dipenuhi. Sementara ini tidak usah tinggal di rumah yang tanahnya gerak.' Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya.
Wakil Presiden Gibran juga menegaskan, 'Hari ini Wapres turun tangan menjenguk bapak ibu sekalian untuk memastikan tidak terjadi apa-apa.' Pengawasan dan tindakan cepat sangat penting dalam situasi bencana seperti ini.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: