Peluang Malaysia Dalam Banding CAS: Menanti Keputusan yang Krusial
Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, mengungkapkan bahwa peluang Malaysia untuk menang dalam banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) adalah 50 persen. Ini terkait dengan skandal tujuh pemain naturalisasi yang terjerat dalam masalah manipulasi dokumen.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
CAS sebelumnya telah menangguhkan hukuman FIFA terhadap pemain-pemain tersebut, memberikan mereka kesempatan untuk bertanding hingga keputusan akhir pada 26 Februari 2026.
Tujuh pemain yang terlibat dalam skandal adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka dijatuhi hukuman oleh FIFA berupa larangan bermain selama satu tahun karena manipulasi dokumen yang terkait dengan status naturalisasi mereka.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) kemudian mengajukan permohonan penangguhan hukuman kepada CAS, yang akhirnya dikabulkan. Keputusan ini memberikan FAM peluang untuk membuktikan bahwa proses naturalisasi tidak melanggar ketentuan yang ada.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Windsor Paul John menyebut bahwa penangguhan hukuman oleh CAS merupakan sinyal positif bagi Malaysia. Ia menjelaskan bahwa dalam pengalaman sebelumnya, CAS jarang menyetujui permohonan penangguhan dari pihak yang tergugat, sehingga hal ini menambah bobot konteks bagi FAM.
Dalam keterangannya, Windsor mengungkapkan, "(Tujuh pemain) meminta penangguhan skorsing dan di CAS sangat susah untuk mengabulkan ini karena persyaratan mendapatkan permohonan penangguhan sangat tinggi." Ia juga menekankan bahwa peluang Malaysia untuk memenangkan banding berada di angka 50-50.
Walau ketujuh pemain diizinkan untuk bertanding hingga adanya keputusan akhir, Windsor mengingatkan bahwa kegagalan dalam banding dapat berdampak buruk bagi sepak bola di Malaysia. Ia menjelaskan, "AFC ingatkan Malaysia bakal 'dikucilkan' andai kalah banding di CAS," yang menunjukkan betapa pentingnya kasus ini.
Keputusan akhir banding dijadwalkan akan diumumkan pada 26 Februari 2026. Ini menjadi momen krusial tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi posisi FAM dalam menangani kasus serupa di masa depan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: