Pertikaian Anggaran Kapal antara Menteri Purbaya dan Trenggono
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pengetahuannya terkait anggaran kapal yang dipermasalahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Ia menyebutkan, setelah melakukan pengecekan di galangan kapal, tidak ditemukan adanya pemesanan yang dilakukan.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Pernyataan ini muncul setelah Trenggono menjelaskan bahwa dana untuk pengadaan kapal sudah dialokasikan. Purbaya menambahkan bahwa terdapat kebingungan mengenai data anggaran yang diterimanya, yang menurutnya perlu klarifikasi lebih lanjut.
Dalam pernyataannya di Senayan, Purbaya menunjukkan kebingungan terkait pemesanan kapal dan menyatakan, 'Oh saya nggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuman cek kan ke galangan, ada nggak yang di-order? ya belum.'
Ia menegaskan bahwa meskipun ada dana pinjaman yang diharapkan, semua harus melalui prosedur di Kementerian Keuangan. Purbaya menambahkan, 'Yang, yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman.'
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Menanggapi pernyataan Purbaya, Menteri Trenggono meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai anggaran yang telah disalurkan. Dalam postingan Instagram-nya, ia bertanya, 'Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan.'
Trenggono menekankan bahwa proyek pembangunan kapal berasal dari sumber dana luar negeri, khususnya dari Inggris. Ia menjelaskan bahwa dana ini merupakan bagian dari rencana untuk membangun 1.500 kapal ikan di Indonesia.
Di tengah perdebatan yang berkembang, Purbaya mengingatkan akan pentingnya keberlanjutan program pembuatan kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia mengatakan, 'Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja.'
Selanjutnya, Purbaya juga menegaskan bahwa meskipun ia merasa heran dengan tidak adanya pemesanan kapal, proyek tersebut tetap dianggap sangat penting bagi industri galangan di Tanah Air.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: