BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 13:02 WIB

Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Realitas dan Implikasi

Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Realitas dan ImplikasiTantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Realitas dan Implikasi

Supremasi hukum menjadi prinsip fundamental dalam kehidupan berbangsa di Indonesia, di mana hukum seharusnya mengatur seluruh aspek sosial masyarakat. Namun, sering kali terdapat ketidaksesuaian antara aturan yang tertulis dan penerapannya di lapangan.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Diskrepansi dalam penerapan hukum ini memunculkan pertanyaan mengenai keadilan serta integritas sistem hukum. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat.

Pemahaman Tentang Supremasi Hukum

Supremasi hukum menegaskan bahwa setiap individu dan institusi harus mematuhi dan menerapkan hukum secara adil. Di Indonesia, prinsip tersebut diatur dalam UUD 1945, di mana hukum menjadi pilar yang dijunjung tinggi.

Undang-undang yang ada bertujuan memberikan kepastian hukum dan melindungi hak-hak warga negara. Dengan penerapan prinsip ini, diharapkan ketertiban dan keadilan dapat terjaga dalam masyarakat.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Realita Praktik Hukum yang Berbeda

Dalam praktiknya, seringkali terjadi ketidakcocokan antara hukum yang tertulis dan pelaksanaan di lapangan. Kasus-kasus seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan diskriminasi dalam penegakan hukum masih menjadi tantangan yang signifikan.

Berdasarkan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2021, banyak pejabat publik yang terlibat dalam praktik korupsi meskipun undang-undang telah ditetapkan dengan ketat. Fenomena ini mencerminkan perlunya perubahan dalam budaya hukum yang ada.

Dampak Ketidakcocokan Hukum

Ketidakcocokan antara aturan hukum dan praktik di lapangan dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. Rasa skeptis ini dapat menggerogoti fondasi sosial serta politik suatu negara dan melemahkan legitimasi pemerintah.

Selain itu, situasi ini berdampak pada penurunan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. Generasi muda yang menyaksikan penegakan hukum yang tidak adil akan menghadapi risiko menciptakan siklus berkepanjangan dari ketidakadilan.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Realitas dan Implikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!