Mbah Kirno: 20 Tahun Terkurung karena Mitos yang Mengerikan
Seorang pria bernama Mbah Kirno dari Desa Temon, Ponorogo, harus menghabiskan dua dekade hidupnya terkurung dalam besi, diyakini memiliki ilmu kanuragan bernama rawarontek oleh keluarganya.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kondisi ini baru terungkap berkat video evakuasi oleh Ipda Purnomo, yang menunjukkan Mbah Kirno mengalami gangguan jiwa tanpa perawatan yang tepat.
Selama 20 tahun, Mbah Kirno dikurung oleh keluarga karena dianggap berbahaya dengan ilmu rawarontek yang diyakini dapat menyakiti orang lain.
Keluarganya mempercayai bahwa jika dia dibiarkan bebas, Mbah Kirno akan menjadi ancaman bagi lingkungan sekitarnya, meskipun dia sebenarnya tidak pernah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Dalam budaya Nusantara, rawarontek dianggap sebagai ilmu legendaris, dengan pemiliknya dipercaya kebal dan mampu beregenerasi.
Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan mitos bahwa tubuh yang terputus dapat menyatu kembali asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.
Kisah Mbah Kirno mencerminkan stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia, di mana tindakan ekstrem sering terjadi akibat ketidakpahaman masyarakat.
Ipda Purnomo menggarisbawahi pentingnya perawatan yang manusiawi dan dukungan sosial bagi ODGJ, agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: