BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 30 JANUARI 2026 • 11:27 WIB

Memahami Kehilangan Besar dalam Pasar Aset Kripto Indonesia

Memahami Kehilangan Besar dalam Pasar Aset Kripto IndonesiaMemahami Kehilangan Besar dalam Pasar Aset Kripto Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa sekitar 72% Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia mengalami kerugian selama tahun 2025. Penurunan transaksi aset kripto yang tajam menjadi faktor utama dengan total nilai transaksi menurun drastis dari Rp 650 triliun di tahun 2024 menjadi Rp 482,23 triliun.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

William Sutanto, CEO Indodax, menyatakan bahwa banyak pelaku pasar beralih ke platform asing karena dianggap lebih kompetitif. Hal ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi oleh pengusaha kripto domestik dalam mempertahankan pasar lokal.

Penurunan Transaksi dan Dampaknya

Data yang dirilis oleh OJK menunjukkan penurunan yang signifikan dalam nilai transaksi aset kripto di Indonesia. Dari Rp 650 triliun pada tahun 2024, total nilai transaksi menurun menjadi Rp 482,23 triliun di tahun 2025, mencerminkan adanya ketidakstabilan di pasar kripto.

William Sutanto mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki jumlah pengguna kripto yang besar, nilai transaksi domestik tetap belum optimal. Banyak aktivitas perdagangan kripto yang beralih ke pasar global karena kurangnya keunggulan kompetitif di dalam negeri.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Faktor Penyebab Kerugian

Sutanto mengidentifikasi struktur pasar yang tidak seimbang sebagai salah satu penyebab utama kerugian. Jumlah exchange berizin di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan volume transaksi, menciptakan persaingan yang tidak sehat dan meningkatkan biaya operasional.

Perbedaan biaya antara exchange domestik dan platform luar negeri juga memainkan peran penting. Exchange domestik terbebani pajak dan biaya yang tidak dikenakan pada exchange asing, sehingga mengurangi daya saing mereka.

Upaya Memperbaiki Ekosistem Kripto

Dalam konteks ini, Sutanto menggarisbawahi perlunya tindakan tegas terhadap platform ilegal untuk melindungi pendapatan pajak negara. Dia menyatakan, "Penegakan terhadap platform ilegal perlu berjalan seiring dengan upaya membangun ekosistem yang tertata."

Dia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pelaku usaha yang berizin dan menyediakan perlindungan yang memadai kepada konsumen agar terhindar dari risiko yang ada.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Kehilangan Besar dalam Pasar Aset Kripto Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!