Hamas Mengumumkan Kesiapan Serahkan Pemerintahan Gaza ke Komite Teknokrat
Kelompok Hamas baru-baru ini mengumumkan kesiapannya untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada komite teknokrat Palestina. Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam situasi yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam pernyataannya, Hamas juga menuntut agar perlintasan perbatasan Rafah dibuka kembali sepenuhnya, suatu langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan keterhubungan wilayah Gaza.
Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG) dibentuk dengan 15 anggota sebagai hasil dari perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian ini mulai berlaku pada 10 Oktober, bertujuan untuk meningkatkan stabilitas di Jalur Gaza setelah konflik yang berkepanjangan.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengungkapkan bahwa protokol penyerahan telah disiapkan dan berkas-berkas yang diperlukan juga telah lengkap. Ia menyatakan bahwa pentingnya NCAG terletak pada tugasnya untuk mengawasi transfer pemerintahan di seluruh sektor Gaza.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
NCAG diharapkan dapat mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza yang telah terdampak hebat oleh konflik dalam beberapa tahun terakhir. Komite ini akan beroperasi di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.
Ali Shaath, mantan wakil menteri Otoritas Palestina, ditunjuk sebagai pemimpin NCAG. Dia diharapkan mampu membawa stabilitas dan keteraturan dalam pengelolaan pemerintahan Gaza, meskipun tantangan besar tetap akan mengintai.
Pembukaan perlintasan Rafah menjadi salah satu isu kunci dalam proses ini, sebagai satu-satunya gerbang Gaza ke dunia luar yang tidak terhubung dengan Israel. Qassem menegaskan perlunya pembukaan perlintasan ini di kedua arah, tanpa hambatan dari pihak manapun, termasuk Israel.
Perlintasan ini telah mengalami penutupan berkepanjangan sejak Mei 2024, dan beberapa usaha untuk membukanya belum membuahkan hasil. Baru-baru ini, Shaath menyatakan bahwa penyeberangan akan dibuka kembali dalam waktu dekat, yang memberikan harapan untuk akses yang lebih baik.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: