Mengapa Kita Merasa Lelah Meski Tidak Banyak Bergerak
Banyak individu mengalami rasa lelah yang berlebihan meski tidak terlibat dalam aktivitas fisik yang berat. Beberapa faktor penyebab, seperti pola tidur yang tidak teratur dan stres mental, bisa menjelaskan kondisi ini.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Hubungan antara kesehatan mental dan fisik sangat erat, sehingga rasa lelah sering kali berakar dari pikiran yang terus berputar. Mari kita ulas lebih dalam mengenai beberapa alasan di balik fenomena ini.
Kualitas tidur yang tidak baik sangat mempengaruhi tingkat energi seseorang. Tidur yang terganggu oleh suara bising atau cahaya bisa menghalangi tubuh dalam memulihkan tenaga.
Kurangnya jam tidur yang cukup juga menjadi faktor penting dalam memicu rasa lelah. Penelitian merekomendasikan agar orang dewasa tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam.
Tidur dalam fase REM yang kurang juga menyebabkan kelelahan, meskipun secara durasi tidur mungkin tampak mencukupi. Saat tidur REM, tubuh melakukan proses pemulihan yang vital, seperti memperbaiki jaringan.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Stres menjadi salah satu pemicu utama rasa lelah yang sering tidak disadari. Stres yang berkepanjangan dapat membuat keadaan mental tetap siaga, yang menghabiskan banyak energi.
Kecemasan juga turut berkontribusi pada timbulnya rasa lelah yang tidak wajar. Pikiran yang terus-menerus berputar membuat tubuh merasa kehabisan tenaga walaupun tidak banyak bergerak.
Menurut American Psychological Association, mengelola stres melalui teknik relaksasi seperti meditasi dapat mengurangi tingkat kelelahan. Metode pernapasan dalam dapat membantu memulihkan energi dan fokus.
Ironisnya, minimnya aktivitas fisik justru bisa membuat kita merasa lebih lelah. Ketika malas bergerak, tubuh kehilangan stimulasi yang diperlukan untuk menjaga metabolisme tetap aktif.
Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan, dapat meningkatkan sirkulasi darah dan melepaskan endorfin yang memberikan dorongan energi.
Ahli kesehatan merekomendasikan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari untuk membantu mengatasi rasa lelah dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: