BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 19:47 WIB

Lapangan Golf Jadi Arena Negosiasi Penting dalam Bisnis Minyak Menurut Ahok

Lapangan Golf Jadi Arena Negosiasi Penting dalam Bisnis Minyak Menurut AhokLapangan Golf Jadi Arena Negosiasi Penting dalam Bisnis Minyak Menurut Ahok

Basuki Tjahaja Purnama, mantan Komisaris Utama PT Pertamina, mengungkapkan pentingnya lapangan golf sebagai lokasi negosiasi antara pihak Pertamina dan eksekutif minyak internasional.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat memberikan kesaksian di persidangan kasus dugaan korupsi yang tengah bergulir di Jakarta Pusat.

Strategi Negosiasi di Lapangan Golf

Dalam persidangan, Ahok mengaku awalnya membenci golf. Namun, seiring waktu, ia menyadari bahwa olahraga ini memegang peranan penting dalam dunia bisnis minyak.

Ia menjelaskan bagaimana negosiasi yang berlangsung di lapangan golf memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan pertemuan konvensional.

Ketika ditanya oleh jaksa penuntut umum (JPU) mengenai aktivitasnya saat di Dewan Komisaris Pertamina, Ahok mengungkapkan, 'Saya melarang semua orang pemda tidak boleh main golf karena kita kerja terlalu banyak,' namun ia akhirnya berubah pikiran.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Keuntungan Melakukan Negosiasi Sambil Bermain Golf

Ahok menyatakan bahwa negosiasi di lapangan golf sering kali lebih efisien dan ekonomis dibandingkan bertemu di tempat lain, seperti klub malam.

'Semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus,' ujarnya, menjelaskan bagaimana kebiasaan negosiasi telah beralih ke lapangan golf.

Ia pun merasa perlu mempelajari golf agar dapat berinteraksi secara lebih efektif dengan mitra bisnis dan memastikan kesepakatan yang menguntungkan.

Kasus Dugaan Korupsi yang Melibatkan Banyak Tersangka

Selama persidangan tersebut, Ahok juga mengungkapkan isu lebih besar terkait dugaan korupsi yang melibatkan Kerry Adrianto Riza, yang diduga memperkaya diri senilai Rp3,07 triliun.

Total kerugian negara mencapai Rp285,18 triliun dengan 17 tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus ini.

Di tengah situasi ini, Riza Chalid masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Lapangan Golf Jadi Arena Negosiasi Penting dalam Bisnis Minyak Menurut Ahok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!