BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 11:00 WIB

Kekecewaan Alex Honnold terhadap Pembayaran Netflix di Film Dokumenter

Kekecewaan Alex Honnold terhadap Pembayaran Netflix di Film DokumenterKekecewaan Alex Honnold terhadap Pembayaran Netflix di Film Dokumenter

Pendaki terkenal, Alex Honnold, baru-baru ini mengungkapkan rasa kekecewaan terkait kompensasi yang diterimanya dari Netflix untuk film dokumenter Taipei 101 Climb.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam diskusi di Sundance Film Festival 2026, Honnold menyatakan bahwa pembayaran yang diterimanya sangat jauh dari harapan seorang atlet ekstrem.

Pendapatan yang Tidak Seimbang

Honnold mengkritisi ketidakseimbangan antara nilai konten yang dihasilkan dan imbalan yang diterima. "Netflix membayar saya dalam jumlah yang sangat kecil dan memalukan untuk film itu," tuturnya.

Ia mencontohkan perbedaan mencolok antara pendapatannya yang hanya mencapai enam digit dibandingkan dengan kontrak pemain Major League Baseball yang bisa mencapai USD 170 juta.

Pengalaman Honnold mencerminkan ketidakadilan dalam distribusi pendapatan antara platform streaming dan individu berisiko tinggi yang berani tampil dalam dokumenter.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Risiko dan Imbalan dalam Dokumenter

Dalam penjelasannya, Honnold menyoroti adanya ketimpangan yang besar. "Ada ketimpangan besar antara nilai yang diciptakan oleh subjek dokumenter dengan apa yang platform streaming bersedia bayar," ujarnya.

Ia berpendapat bahwa platform streaming meraih keuntungan dari risiko yang diambil oleh atlet, sementara imbalan yang mereka terima jauh dari cukup.

Kritik ini mengungkap perbedaan perlakuan antara subjek dokumenter dan aktor dalam film fiksi yang sering kali menerima royalti lebih pantas.

Kesadaran Akan Kontribusi Kreator Konten

Honnold mencatat bahwa kesuksesan film dokumenter Taipei 101 Climb telah membantunya mendapatkan kontrak sponsor yang lebih besar. Namun, ia menekankan pentingnya perusahaan media untuk lebih menghargai kontribusi kreator konten.

"Mereka mendapatkan keuntungan dari risiko yang kami ambil, sementara kami hampir tidak mendapatkan apa-apa dari royalti atau penayangan jangka panjang," katanya.

Isu ini sekali lagi membuka diskusi mengenai model bisnis yang dianggap tidak adil bagi subjek dokumenter dalam industri perfilman.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kekecewaan Alex Honnold terhadap Pembayaran Netflix di Film Dokumenter

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!