Mengulas Tuberkulosis Ginjal dan Perjuangan Lucky Widja
Vokalis band Element, Lucky Widja, meninggal dunia pada usia 49 tahun setelah berjuang melawan tuberkulosis ginjal. Kabar duka ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran kesehatan terkait penyakit yang sering terabaikan ini.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sebelum kepergiannya, Lucky sempat berbagi pengalamannya dengan penyakit tersebut, membuka wawasan tentang bagaimana tuberkulosis ginjal dapat berdampak serius bagi penderitanya. Ketidakpahaman tentang kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.
Lucky Widja, yang dikenal sebagai vokalis band Element, terakhir kali berjuang melawan tuberkulosis ginjal yang dideritanya sejak 2022. Ferdy Tahier, sesama vokalis, mengungkapkan perasaan duka di media sosial dengan mengatakan, "Lo sudah tenang, nggak sakit lagi, nggak butuh cuci darah lagi, nggak perlu oxygen lagi."
Sejak terdiagnosa, kondisi kesehatan Lucky semakin menurun. Ia pernah berbagi bahwa selama bulan Ramadhan, ia merasa sangat lemas hingga harus merangkak menuju tempat tidur.
Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa fungsi ginjalnya hanya tersisa 18 persen, sebelum infeksi tuberkulosis menambah komplikasi yang ada. Perjuangan terakhirnya mencerminkan betapa seriusnya penyakit ini bila tidak ditangani sejak awal.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Tuberkulosis ginjal adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, dan merupakan bentuk yang jarang terjadi karena tuberkulosis lebih sering menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat menyebar melalui aliran darah dari jaringan paru yang terinfeksi.
Penyakit ini cenderung lebih aktif pada individu dengan sistem imun yang lemah. Dalam banyak kasus, bakteri dapat bersembunyi dalam keadaan tidak aktif, tetapi akan beraksi ketika daya tahan tubuh menurun.
Gejala tuberkulosis ginjal bervariasi antar individu. Beberapa tanda umum yang muncul meliputi darah dalam urine, nyeri di area pinggang, dan rasa sakit saat berkemih.
Kesadaran tentang tuberkulosis ginjal sangat penting untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Banyak orang mungkin tidak menyadari gejala awal, sehingga pemeriksaan lanjutan sangat diperlukan jika merasakan keluhan membahayakan.
Pengobatan yang cepat dan tepat dapat mendukung pemulihan serta meningkatkan kualitas hidup pengidap. Edukasi tentang gejala dan pencegahan penyakit ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan kepergian Lucky Widja, diharapkan semakin banyak perhatian terhadap kesehatan ginjal dan tuberkulosis. Hal ini penting agar generasi mendatang lebih berdaya dalam melawan penyakit ini.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: