Meneliti Fenomena Kebetulan: Antara Statistik dan Psikologi
Fenomena kebetulan sering kali mengejutkan kita, tetapi sains membawa penjelasan di balik kejadian tersebut. Tidak hanya keberuntungan, tetapi melainkan hasil dari faktor statistik dan psikologis.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Ketika kita bertemu teman lama secara tak terduga, banyak yang menganggapnya sebagai kebetulan. Sebenarnya, ada proses mental dan probabilistik yang mendasari peristiwa tersebut.
Banyak pengalaman kebetulan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, contohnya saat kita memikirkan seseorang yang tiba-tiba menghubungi kita. Hal ini dapat dijelaskan melalui prinsip probabilitas; semakin banyak interaksi sosial, semakin besar kesempatan terjadi momen tersebut.
Sains memperkenalkan konsep 'jaringan sosial' yang merujuk pada ikatan kuat antara individu di sekitar kita. Jadi, momen kebetulan sering terjadi karena orang-orang tersebut memiliki pola perilaku yang mirip, bukan murni kebetulan.
Misalnya, saat dua orang bertemu untuk pertama kali tetapi ternyata memiliki banyak kesamaan. Semua itu menunjukkan bahwa ada hubungan yang mengatur kemungkinan mereka bertemu.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Psikologi berperan juga dalam cara kita merasakan dan menginterpretasikan kebetulan. Teori 'confirmation bias' menjelaskan bahwa kita memiliki kecenderungan untuk mencari dan mengenali pola ketika menghadapi situasi tidak biasa.
Contoh sederhana adalah kebiasaan melihat angka '11:11' di jam yang tampak spesial. Meskipun demikian, kita hanya lebih sering memperhatikan waktu yang bagi kita memiliki makna tertentu.
Pola pikir ini menjadikan kejadian yang sebenarnya biasa terasa lebih istimewa dibandingkan kejadian lainnya. Akibatnya, kita cenderung mempercayai bahwa hal tersebut memiliki makna lebih dalam.
Dalam ranah statistik, ada hukum yang dikenal sebagai 'law of truly large numbers'. Prinsip ini menyatakan bahwa semakin banyak percobaan yang dilakukan, semakin besar kemungkinan terjadinya hal-hal yang tampak kebetulan.
Di dunia dengan miliaran penduduk, tentu banyak peristiwa yang dapat dianggap sebagai kebetulan, padahal mereka kebanyakan terjadi karena adanya banyak variabel yang tidak kita sadari.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa saat kita mengalami kebetulan, sering kali kita tidak menyadari banyak faktor yang terlibat. Sehingga, fenomena ini sering dianggap luar biasa, padahal merupakan bagian dari pola yang lebih luas.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: