Mengapa Adaptasi Manusia Terkendala oleh Perkembangan Teknologi yang Pesat
Perkembangan teknologi saat ini terasa tidak terbendung, dengan inovasi baru yang terus bermunculan setiap hari. Meskipun memberikan kemudahan, banyak orang masih mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan cepat.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar; mengapa teknologi terus maju sedangkan kemampuan manusia untuk beradaptasi tidak sejalan. Banyak individu yang merasa terasing di tengah laju perubahan digital yang dramatis.
Dalam dua dekade terakhir, teknologi telah mengalami lonjakan luar biasa, mulai dari smartphone hingga layanan cloud yang mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi. Seluruh sektor, termasuk kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT), muncul dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perusahaan berlomba-lomba untuk mengikuti tren terkini, berinvestasi dalam riset agar tetap kompetitif. Namun ironisnya, di tengah semua kemajuan ini, banyak orang merasa ketinggalan dan terputus dari inovasi baru.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Kecepatan perubahan teknologi menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak orang kesulitan beradaptasi. Menurut penelitian Universitas Stanford, hanya 10% inovasi yang diadopsi secara cepat, dan hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekhawatiran akan privasi dan kompleksitas teknologi baru.
Selain itu, budaya juga memiliki peran penting; di negara-negara yang lebih konservatif, adaptasi terhadap inovasi baru cenderung lebih lambat meskipun menawarkan banyak keuntungan.
Kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan manusia untuk beradaptasi dapat menyebabkan masalah sosial yang signifikan. Mereka yang tidak bisa mengikuti perkembangan ini biasanya tertinggal dalam pendidikan dan kesempatan kerja.
Dr. Andi, seorang ahli sociotechnical, mengungkapkan bahwa 'kami berada di titik di mana banyak inovasi teknologi yang baik mungkin tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan.' Hal ini berdampak pula pada kesehatan mental, di mana tingkat stres dan kecemasan meningkat akibat kelebihan informasi.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: