Faktor Penarik Kader NasDem Bertransisi ke PSI
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengungkapkan bahwa beberapa kader NasDem memilih bergabung dengan PSI dipengaruhi oleh sosok Ahmad Ali. Ahmad Ali dinilai memiliki pengaruh besar dalam menarik minat anggota baru untuk berpindah.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Selain itu, Bestari mencatat ketokohan Joko Widodo sebagai alasan lain di balik keputusan tersebut. Menurutnya, banyak yang percaya bahwa kombinasi antara kedua tokoh ini berperan dalam menarik lebih banyak kader.
Bestari Barus menekankan bahwa Ahmad Ali memiliki pengaruh signifikan atas keputusan banyak kader untuk berpindah ke PSI. Dia menjelaskan, "Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu."
Menurut Bestari, kehadiran Ahmad Ali yang kini menjabat sebagai Ketua Harian PSI memberikan rasa nyaman bagi kader. Ia menambahkan, "Saya tidak mengatakan hanya NasDem, tapi banyak pihak… mungkin kalau bergabung melihat adanya kenyamanan ke depan gitu bersama dengan Pak Ahmad Ali."
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Selain faktor Ahmad Ali, Bestari mengungkapkan pentingnya ketokohan Joko Widodo dalam menarik minat kader baru. Dia menyatakan, "Dan mudah-mudahan kami berharap ya kalau dikaitkan juga dengan Rusdi Masse… banyak yang memilih PSI," menekankan bahwa variasi tokoh berperan dalam keputusan berpindah.
Dia juga menyampaikan harapannya agar lebih banyak tokoh politik dari partai lain mengikuti langkah yang sama. "Harapan kami. Kalau sekelas Rusdi Masse saja nanti pindah, nanti pindah ya, nanti pindah… dari banyak partai," ungkapnya.
Bestari Barus menyadari bahwa keputusan untuk bergabung adalah hak pribadi setiap kader dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Dia menyatakan, "Kan saya sudah pernah sebutkan ya bahwa bergabung, tidak bergabung, berpindah dari satu partai politik itu murni adalah hak privat."
Ia juga menekankan pentingnya legitimasi politik bagi calon kader. Bestari menuturkan, "Selama dua kongres, saya tidak pernah ada di dalam kepengurusan sehingga saya mencari legitimasi atas hasrat politik saya yang masih tinggi."
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: