BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 25 JANUARI 2026 • 11:06 WIB

Jakarta Barat Dilanda Banjir Besar, Gubernur Tanggapi Cepat

Jakarta Barat Dilanda Banjir Besar, Gubernur Tanggapi CepatJakarta Barat Dilanda Banjir Besar, Gubernur Tanggapi Cepat

Jakarta Barat mengalami banjir parah akibat kiriman air dari Tangerang. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat berkunjung ke lokasi pengungsian di Rawa Buaya.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Pramono menjelaskan bahwa kiriman air berasal dari sejumlah sungai besar yang mengalir ke Cengkareng Drain, menyebabkan ketinggian air mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Penyebab dan Dampak Banjir

Banjir yang melanda Jakarta Barat disebabkan oleh aliran air dari Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Kali Mookervart, yang semuanya bermuara ke Cengkareng Drain. Ketinggian air di Cengkareng Drain sempat mencapai 350 cm, jauh di atas batas aman yang ditetapkan yaitu 310 cm.

Akibat banjir ini, banyak warga di Rawa Buaya terpaksa mengungsi. Di Masjid Jami' Baitul Rahman, ada sekitar 45 kepala keluarga atau 177 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Gubernur Pramono memastikan bahwa pengungsi dalam keadaan sehat, dan kebutuhan dasar mereka dipenuhi dengan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta. Bantuan yang diberikan termasuk beras, minyak goreng, dan perlengkapan lainnya.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Permintaan Penambahan Pompa

Ketika meninjau lokasi, Pramono mendengar permintaan dari warga untuk menambah jumlah pompa air. Seorang warga mengeluh tentang banjir yang tak kunjung surut, meminta dengan nada mendesak, "Pak Pram, Pak Pram, Pak pompanya tambah lagi dong Pak."

Menanggapi hal tersebut, Pramono langsung setuju dan mengumumkan bahwa sebelumnya ada lima pompa, yang kini ditambah menjadi tujuh pompa. "Tadi saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa," jelasnya.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pengeringan area yang terendam, sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah mereka dengan segera.

Upaya Mitigasi dan Operasi Modifikasi Cuaca

Gubernur Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan curah hujan. OMC ini direncanakan akan diperpanjang hingga 27 Januari 2026.

"Minimal dua, maksimal tiga, supaya curah hujan bisa ditekan dan masyarakat yang mengungsi bisa segera kembali ke rumahnya," tambahnya.

Sementara itu, genangan air di jalan-jalan utama Jakarta Barat mulai berkurang, dan Jalan Daan Mogot kini hanya menyisakan genangan di satu titik.

Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Jakarta Barat Dilanda Banjir Besar, Gubernur Tanggapi Cepat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!