Mengapa Tubuh Menyampaikan Sinyal Nutrisi dan Hidrasi?
Tubuh kita memiliki cara unik untuk berkomunikasi melalui sinyal-sinyal kelaparan dan haus yang seringkali diabaikan. Memahami sinyal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan sehari-hari.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Ketika tubuh kehabisan energi atau kekurangan cairan, mekanisme biologisnya akan memberitahu kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Mengabaikan sinyal-sinyal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang.
Sinyal lapar adalah cara tubuh memberitahu kita untuk mengisi ulang energi. Ketika kadar glukosa dalam darah menurun, tubuh mulai memproduksi hormon ghrelin, yang memiliki peran sebagai 'hormon lapar'.
Hormon ghrelin ini berfungsi menstimulasi bagian otak yang mengontrol nafsu makan, sehingga kita merasakan keinginan untuk makan. Selain itu, saat sistem pencernaan kosong, terdengar sensasi 'keroncongan' yang merupakan efek dari kontraksi organ tersebut.
Dengan adanya sinyal lapar, tubuh sebenarnya berusaha menunjang fungsi vital supaya kita tidak kehilangan tenaga. Aktivitas fisik dan mental membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar bisa berjalan dengan baik.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sinyal haus muncul sebagai pengingat bahwa tubuh membutuhkan cairan. Ketika terjadi dehidrasi, tubuh akan melepaskan hormon anti-diuretik (ADH) yang mengirim pesan ke otak untuk minum.
Secara biologis, ketika sel-sel tubuh kehilangan air, informasi tersebut diterima otak dan menginduksi rasa haus. Ini merupakan cara alami untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh agar tetap sehat.
Namun, banyak orang sering kali tidak memenuhi kebutuhan cairan dengan baik, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Jika tidak mendapatkan cukup air, fungsi organ vital dapat terganggu, yang berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan.
Memperhatikan sinyal lapar dan haus sangat vital untuk kesehatan jangka panjang. Dengan menanggapi sinyal ini, kita dapat mencegah kekurangan nutrisi yang dapat membahayakan tubuh.
Mengabaikan rasa lapar berpotensi membuat seseorang makan berlebihan saat rasa lapar sudah sangat mendesak. Begitu pula, mengabaikan rasa haus dapat menyebabkan dehidrasi yang memengaruhi konsentrasi dan produktivitas.
Mengetahui cara tubuh berkomunikasi menjadi bentuk investasi dalam kesehatan. Respons yang baik terhadap sinyal-sinyal ini akan membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: