Mengungkap Lebam di Tangan Trump: Antara Aspirin dan Benturan Fisik
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengonfirmasi kemunculan lebam di tangan kirinya. Hal ini terjadi setelah kembalinya dia dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, akibat benturan saat menandatangani dokumen.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dalam wawancara di atas pesawat Air Force One, Trump menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi aspirin dosis tinggi juga turut berkontribusi pada kondisi tersebut, meski dokter menyatakan ia dalam keadaan sehat.
Dalam pernyataan yang disampaikan, Trump menyebutkan bahwa lebam di tangannya disebabkan oleh benturan fisik. "Saya minum aspirin dosis besar (the big aspirin)," kata Trump, menjelaskan efek yang muncul akibat kebiasaan itu.
Lebam yang terlihat jelas di tangannya menjadi sorotan banyak pihak. Trump menambahkan, "Orang-orang bilang minumlah aspirin jika Anda sayang dengan jantung Anda, tapi jangan minum aspirin jika Anda tidak mau mengalami sedikit lebam."
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dalam keterangannya, Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi aspirin hingga 325 miligram sehari, jauh lebih tinggi dibandingkan dosis umum yang hanya sekitar 81 miligram untuk pencegahan serangan jantung. Meskipun Dr. Sean Barbabella, dokter Kepresidenan, menyatakan bahwa kesehatan Trump sangat baik, ia tetap pada kebiasaannya.
"Saya tidak mau ambil risiko," tegasnya, menunjukkan ketidaksediaannya untuk mengubah jadwal konsumsi obatnya meski telah mendapat masukan dari tim medis.
Kemunculan lebam di tangan Trump bukanlah kejadian baru. Ia sebelumnya juga terlihat sering menggunakan makeup tebal dan perban untuk menyembunyikan luka di tangan kanannya. Lebam terbaru ini menambah spekulasi yang beredar mengenai kondisi kesehatan Presiden di kalangan publik.
Pihak Gedung Putih telah memastikan bahwa tidak ada kondisi medis serius yang mengintai di balik lebam tersebut, dan menekankan bahwa penyebabnya semata-mata akibat benturan fisik saat di Davos.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: