Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dikenali, Deden Maulana Diserahkan kepada Keluarga
Tim dokter forensik telah mengidentifikasi Deden Maulana sebagai salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Jenazahnya diserahkan kepada keluarga dalam suasana haru di Biddokkes Polda Sulsel pada Rabu, 21 Januari 2026.
Identifikasi Deden Maulana sebagai korban kecelakaan dilakukan oleh tim dokter forensik yang beroperasi di Sulawesi Selatan. Jenazahnya ditemukan di lokasi kejadian di Gunung Bulusaraung dan kemudian dibawa ke Biddokkes Polda untuk proses lebih lanjut.
Suasana saat penyerahan jenazah sangat emosional. Istrinya, Vera, mengenakan jilbab dan niqab berwarna krem saat menerima jenazah, menunjukkan dukungan dan cinta dalam momen berduka ini.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Pihak Biddokkes Polda Sulsel belum memberikan keterangan resmi sangat rinci mengenai hasil identifikasi korban saat ini. Namun, rencananya informasi lebih lanjut akan disampaikan pada Kamis, 22 Januari.
Seorang anggota tim Biddokkes mengungkapkan, 'Besok aja ya', menandakan bahwa ada informasi tambahan yang akan diberikan kepada publik.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini mengakibatkan tiga jenazah berhasil ditemukan hingga saat ini. Selain Deden Maulana, satu jenazah lainnya teridentifikasi sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono.
Pihak berwenang masih mencari informasi lebih lanjut terkait insiden tragis ini, termasuk mengidentifikasi satu jenazah lainnya yang masih dalam proses.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: