Masalah Teknis Air Force One Memaksa Kembali ke Pangkalan Udara
Pesawat presiden Amerika Serikat, Air Force One, terpaksa kembali ke pangkalan udara setelah mengalami masalah listrik pada Selasa malam, 20 Januari 2026.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Presiden Donald Trump yang sedang dalam perjalanan menuju World Economic Forum di Davos, Swiss, mengalami situasi darurat ketika lampu kabin pesawat padam.
Insiden ini terjadi tepat setelah pesawat lepas landas, memaksa Air Force One untuk mendarat kembali di Pangkalan Gabungan Andrews.
Dalam laporan dari sumber, lampu kabin pesawat tiba-tiba padam selama penerbangan, menyebabkan panik di antara kru dan penumpang.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Walau mengalami kejadian tidak menyenangkan, Trump melanjutkan perjalanannya ke Davos keesokan paginya dengan pesawat pengganti.
Pesawat baru lepas landas sekitar 2,5 jam setelah insiden, menunjukkan kemampuan tim dalam mengatasi masalah dengan cepat dan efisien.
Air Force One dikenal sebagai simbol kebanggaan kepresidenan AS yang memiliki desain ikonik biru dan putih.
Pesawat yang digunakan saat ini merupakan model Boeing 747-200B yang telah beroperasi sejak masa pemerintahan George HW Bush, dan Trump pernah menyuarakan ketidakpuasan terhadap model ini.
Saat ini, terdapat tantangan dalam pengiriman pesawat baru, termasuk kemungkinan penggunaan pesawat dari Qatar, yang memunculkan pertanyaan mengenai etika dan keamanan penerbangan presiden.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: