BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 21 JANUARI 2026 • 11:21 WIB

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros: Pelanggaran Rute dan Komunikasi Jadi Fokus Utama

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros: Pelanggaran Rute dan Komunikasi Jadi Fokus UtamaKecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros: Pelanggaran Rute dan Komunikasi Jadi Fokus Utama

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan bahwa pesawat ATR 42-500 mengalami pelanggaran jalur saat mendekati pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Pesawat yang tidak mengikuti rute yang ditentukan ini berakhir tragis dengan menabrak gunung sebelum pendaratan.

Analisis Penyimpangan Rute

Dalam rapat kerja yang digelar dengan Komisi V DPR pada 20 Januari 2026, Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa pesawat harusnya mengikuti jalur pendaratan yang telah diatur.

Meskipun diarahkan ke runway 21, pesawat tidak mengikuti rute terbang yang benar, menandakan adanya masalah dalam pelaksanaan prosedur pendaratan.

Pesawat seharusnya terbang dari titik Araja menuju poin Openg dan berakhir di Kabip, namun semua titik ini dilewati, meningkatkan risiko pada fase kritis pendaratan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Komunikasi Antara Pilot dan Air Traffic Control

Soerjanto juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pilot dan Air Traffic Control (ATC).

Meskipun sudah diarahkan ke poin Openg, pesawat justru melanjutkan jalur yang salah, yang bisa jadi menunjukkan adanya masalah dalam pengendalian.

ATC yang terus memantau situasi berharap pesawat dapat berbelok untuk memotong ILS, tetapi pesawat keluar jalur sebelum komunikasi terakhir dapat dilakukan.

Akibat Kecelakaan dan Langkah Selanjutnya

Akhirnya, pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung setelah melewati titik-titik penting yang seharusnya dilalui.

Operasi pencarian dan penanganan setelah kecelakaan menjadi fokus Basarnas yang berharap dapat menemukan korban selamat dari insiden ini.

Soerjanto menekankan perlunya investigasi mendalam untuk menyelidiki penyebab kesalahan ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Maros: Pelanggaran Rute dan Komunikasi Jadi Fokus Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!