Dinasional dan Kontroversial: Gubernur Aceh Nikahi Pengusaha Malaysia di Tengah Bencana
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, lebih dikenal sebagai Mualem, dikabarkan telah menikah lagi di Malaysia, yang mengejutkan publik dengan video viral yang beredar di media sosial.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Perempuan yang dinikahi adalah Datin Sri Vie Shantie Khan, seorang pengusaha sukses dan CEO Blackstone Malaysia, yang menambah kontroversi di tengah situasi bencana alam di Aceh.
Video pernikahan Gubernur Mualem dengan Datin Sri Vie beredar luas sejak Selasa, 20 Januari 2026. Dalam video tersebut, kedua pasangan tampak duduk berdampingan di pelaminan, menandai momen pernikahan yang seharusnya penuh makna.
Beredarnya video ini telah menarik perhatian warganet di Aceh yang mulai mempertanyakan latar belakang pernikahan ini. Kejutan semakin besar karena pernikahan terjadi di tengah situasi darurat bencana yang melanda Aceh.
Reaksi masyarakat terbelah, di mana sebagian mengungkapkan rasa heran mengingat Gubernur Mualem masih berstatus suami. Di sisi lain, terdapat juga ucapan selamat yang disampaikan oleh mereka yang mendukung keputusan pernikahan tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Datin Sri Vie Shantie Khan dikenal sebagai pengusaha terkemuka di Malaysia dan CEO Blackstone Malaysia. Ia juga sempat menjadi topik pembicaraan di Aceh terkait rencananya membangun investasi di sektor perkapalan di Kota Sabang.
Rencananya untuk mendirikan Hub Bunkering dan Shipyard Internasional menjadi sorotan dan meningkatkan visibilitasnya, terutama setelah pernikahannya dengan Gubernur Mualem, yang membawa namanya kembali ke publik.
Keterikatan antara sektor bisnis dan politik yang terlihat dalam pernikahan ini menyoroti potensi dampak pada kedua daerah, khususnya dalam hubungan bilateral antara Aceh dan Malaysia.
Peristiwa pernikahan ini telah memicu beragam komentar di media sosial. Di satu sisi, terdapat individu yang memberikan dukungan dan ucapan selamat, sedangkan di sisi lain, banyak yang mempertanyakan waktu pelaksanaan pernikahan ini.
Sebagai contoh, pengguna TikTok @hanyapetanimuda mengamati, 'Berita viral awal tahun 2026 di tengah bencana alam Aceh.' Hal ini menunjukkan ketidakpuasan mengenai kapan pernikahan dilaksanakan mengingat situasi yang sedang berlangsung.
Komentar-netizen lainnya juga menyoroti makna di balik pernikahan ini, dengan satu pengguna menyatakan, 'Itu kode dari panglima, supaya anak muda jangan lalai lagi,' mengindikasikan dampak sosial yang lebih luas.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: