Evakuasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat Dilakukan dengan Jalur Darat
Satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan di jurang sedalam 200 meter dan akan dievakuasi melalui jalur darat.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Keputusan tersebut diambil setelah opsi evakuasi dengan helikopter tidak memungkinkan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Kasi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa rute evakuasi darat sangat sulit dilalui.
"Memang cukup jauh ada beberapa jam baru bisa dengan medan yang ekstrem untuk melakukan sampai ke tempat," ungkapnya.
Pertimbangan untuk memilih jalur darat didasarkan pada keselamatan tim dan kesulitan akses ke lokasi.
Proses ini memerlukan persiapan ekstra untuk memastikan keamanan seluruh anggota tim.
Basarnas juga akan memperluas pencarian serpihan pesawat lainnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Andi menegaskan, "Iya, kalau itu sudah pasti memperluas wilayah yang kemarin kita sudah sisir, akan digeser untuk diperluas."
Operasi ini melibatkan berbagai tim gabungan yang bekerja di area sekitar lokasi kecelakaan.
Fokus utama adalah memastikan seluruh area telah diperiksa secara detail guna menemukan informasi tambahan.
Kondisi cuaca menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian dan evakuasi saat ini.
Angin kencang dan hujan deras membuat jalur udara tidak dapat digunakan, sebagaimana dijelaskan oleh Andi Sultan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: