Tim DVI Polda Sulsel Siap Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500
Biddokkes Polda Sulawesi Selatan telah mendirikan posko antemortem untuk membantu identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Taman Nasional Bantimurung.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Mereka mengirim tiga tim DVI untuk mendata identitas penumpang dan kru pesawat demi proses identifikasi yang lebih efektif.
Kombes Pol Dr. Muhammad Haris, Kabiddokkes Polda Sulsel, menyatakan bahwa tim DVI dikirim untuk identifikasi korban dengan cepat. Setiap tim terdiri dari empat orang yang membawa perlengkapan untuk mendukung tugas ini.
Tim akan fokus pada identifikasi korban di Kabupaten Pangkep. Meskipun Haris berharap semua bisa diselamatkan, langkah antisipasi sudah disiapkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Posko antemortem yang dibentuk di Biddokkes Polda Sulsel berfungsi untuk mendata identitas penumpang dan kru pesawat. Ini adalah langkah pencegahan jika terdapat korban jiwa akibat insiden tersebut.
Haris menyebutkan bahwa pemeriksaan post mortem akan dilakukan jika jenazah atau bagian tubuh korban ditemukan. Prosedur yang jelas telah disiapkan untuk menangani berbagai kemungkinan yang ada.
Biddokkes Polda Sulsel siapkan mobil ambulans di lokasi posko antemortem untuk mendukung proses evakuasi. Keberadaan ambulans sangat penting untuk menangani korban jika diperlukan.
Polda Sulsel berkomitmen untuk memberikan pembaruan informasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat dan efektif.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: