Mengungkap Kontroversi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti
Pernikahan antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti pada tahun 2011 kini kembali mendapatkan perhatian publik setelah penerbitan buku 'Broken Strings'. Dalam buku tersebut, Aurelie menyatakan bahwa pernikahan tersebut terjadi tanpa kehadiran orang tuanya dan diwarnai oleh ancaman dari Roby.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menghadapi situasi yang kompleks, Aurelie menyatakan bahwa dia terpaksa menikah di usia yang sangat muda, di mana tekanan dari Roby menjadi sorotan utama. Sementara itu, Roby dengan tegas membantah semua tuduhan dan menekankan bahwa pernikahan mereka adalah atas dasar saling suka.
Aurelie Moeremans menjelaskan bahwa pernikahannya dengan Roby Tremonti dilaksanakan di gereja di Cibinong, meskipun dia merasa pernikahan itu tidak sah karena tanpa kehadiran orang tuanya. 'Aku menikah itu di gereja Cibinong, aku lupa namanya. Pokoknya di Cibinong dan itu enggak sah sebenarnya karena dilakukan tanpa ada orang tua aku,' jelasnya.
Selanjutnya, Aurelie mengungkap bahwa saat pernikahan, tidak ada teman atau keluarganya yang hadir, hanya keluarga Roby. 'Teman aku enggak ada, enggak ada keluarga aku juga dan benar-benar hanya keluarga dia saja.' Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan terasing, terutama karena tidak mengenal banyak hadirin di acara tersebut.
Dia juga menceritakan bagaimana Roby memberikan ancaman untuk memaksanya menikah. 'Dia kayak seenaknya ngancam, kalau kamu enggak gini, aku sebarin loh,' ungkapnya, menambahkan keterangan tentang besarnya tekanan yang dihadapinya pada saat itu.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Aurelie mengungkapkan bahwa ia menikah pada usia 18 tahun dan bahwa Roby menunggu untuk menikahinya sejak ia berusia 16 tahun. 'Saat itu aku menikah di usia 18 tahun. Jadi, dia memang menunggu aku dari usia 16 tahun sampai 18 tahun supaya bisa menikahi aku,' tegasnya.
Pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah mal di Jakarta, ketika Roby didampingi oleh dua pengacara. 'Aku bingung kok ada pengacara? Ternyata untuk menikah,' tutur Aurelie, yang merasa tidak siap dengan situasi tersebut.
Roby, di sisi lain, membantah keras tuduhan yang dilontarkan oleh Aurelie. Ia menyatakan bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil kesepakatan bersama, dan menohok dengan, 'mendingan pada saat itu dia lapor polisi langsung jadi biar jelas gitu. Karena buat gue itu enggak ada.'
Roby memberikan pandangan tentang pernikahan mereka. 'Gue menikah itu sama dia ya karena atas dasar suka sama suka,' ujarnya, menekankan aspek positif dari hubungan mereka.
Ia kemudian menyatakan bahwa Aurelie yang mengurus semua dokumen penting, termasuk surat baptis dari Belgia dan baju pengantin. 'Enggak ada yang namanya pemaksaan atau ancaman-ancaman itu basi banget, enggak ada,' tegasnya tanpa ragu.
Roby menambahkan bahwa pernikahan mereka dilangsungkan pada tanggal 10 Oktober 2011 dan menekankan bahwa keduanya berupaya mempersiapkan momen tersebut dengan matang.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: