Danantara Siap Investasi Rp101 Triliun untuk BUMN Tekstil Baru
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan rencana ambisius untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil dengan investasi awal mencapai US$6 miliar.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Inisiatif pemerintah ini bertujuan untuk menciptakan entitas baru yang mampu menyelesaikan tantangan yang dihadapi sektor tekstil nasional.
Rencana pemerintah untuk mendirikan BUMN baru dalam sektor tekstil telah dibahas dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menegaskan bahwa tujuan dari pembentukan tersebut adalah untuk menciptakan entitas baru, bukan untuk menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan yang telah ada.
Dalam rapat yang berlangsung, dijelaskan pentingnya memiliki pemodelan pendanaan yang mendalam dan target modal awal sebesar US$6 miliar. Dana tersebut akan disiapkan oleh Danantara untuk meningkatkan kinerja sektor tekstil di Indonesia.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Rosan Roeslani menyatakan komitmen Danantara untuk berperan aktif dalam pembentukan BUMN tekstil ini. Ia mengatakan, 'Selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal', pernyataan ini menjadi kunci keterlibatan Danantara dalam proyek ini.
Lebih lanjut, Rosan menekankan pentingnya melakukan kajian kelayakan sebelum melaksanakan investasi. 'Mungkin kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi,' tambahnya, menunjukkan fokus pada penciptaan lapangan kerja.
Rencana untuk membentuk BUMN baru ini dikeluarkan di tengah tantangan besar yang dihadapi sektor tekstil, terutama setelah beberapa perusahaan besar seperti PT Sri Rejeki Isman (Sritex) mengalami pailit. Meskipun demikian, Rosan tidak memberikan konfirmasi apakah langkah Danantara berkaitan langsung dengan restrukturisasi Sritex.
Airlangga juga menekankan pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan yang ada, agar BUMN baru ini dapat berfungsi secara optimal untuk kepentingan perekonomian nasional.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: