Proses Evakuasi Pendaki Gunung Slamet Terhambat Cuaca Ekstrem dan Medan Sulit
Evakuasi pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, yang dinyatakan meninggal dunia, menghadapi berbagai kendala serius akibat cuaca buruk dan medan yang sulit dijangkau.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Pencarian ini dimulai setelah Syafiq dinyatakan hilang selama 17 hari di jalur punggungan Gunung Malang.
Tim pencari melanjutkan proses evakuasi pada Kamis pagi setelah sebelumnya terpaksa mundur karena cuaca yang tidak mendukung.
Penemuan jenazah Syafiq, siswa SMA Negeri 5 Magelang, berlangsung di area Batu Watu Langgar, terbungkus dalam kain hijau.
Puluhan personel dari berbagai tim SAR dikerahkan menuju lokasi terisolasi, namun tantangan utama adalah cuaca ekstrem dan kondisi medan yang curam.
Seorang anggota Tim Wanadri mengungkapkan, 'Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam serta cuaca hujan badai' mencerminkan kesulitan dalam evakuasi.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Proses evakuasi kini dipersiapkan lebih matang dengan menggunakan alat khusus seperti tandu basket demi keamanan jenazah.
Tim gabungan memutuskan untuk melakukan evakuasi secara estafet lewat jalur Pos Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari.
Arie, seorang relawan dari Tim Wanadri, menjelaskan, 'Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya.'
Di sisi lain, suasana duka menyelimuti rumah orang tua Syafiq di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.
Tenda dan kursi plastik disiapkan untuk pelayat yang datang dalam jumlah banyak setelah berita penemuan jenazah tersebar.
Tri Winarno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, mengungkapkan bahwa keluarga memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman, dari Pemakaman Sambung Lor ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: