Langkah Awal Pembongkaran Tiang Monorel di Jakarta Selatan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memulai proses pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini diharapkan dapat mengakhiri proyek yang telah terhenti selama bertahun-tahun.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Pembongkaran dihadiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, serta jajaran pejabat setempat. Proses ini dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan pemotongan tiang monorel pertama dilakukan di dekat Halte LRT Setia Budi.
Pramono Anung hadir di lokasi pembongkaran mengenakan baju dinas putih dan didampingi oleh Wakil Gubernur DKI, Rano Karno. Pada pukul 09.07 WIB, tim petugas Bina Marga mulai memotong tiang monorel dengan alat berat yang telah disiapkan.
Kehadiran Pramono di lokasi menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengakhiri proyek yang secara resmi dimulai pada tahun 2004. Pengamatan langsung oleh Gubernur dan jajaran menegaskan pentingnya proses ini bagi kelancaran transportasi di Ibu Kota.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah disiagakan di area sekitar pembongkaran untuk mengatur lalu lintas. Sebuah mobil Dishub berfungsi sebagai penunjuk arah bagi pengguna jalan yang melewati lokasi tersebut.
Meskipun satu jalur lambat ditutup, situasi lalu lintas di Jalan Rasuna Said menuju Gatot Subroto tetap terkendali. Dishub menghimbau agar pengguna jalan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas.
Pembangunan monorel di Jakarta dimulai dengan peresmian pemancangan tiang pertama oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004, saat itu dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Namun, proyek ini mengalami kendala serius pada tahun 2008 yang mengakibatkan dihentikannya pembangunan pada tahun 2011.
PT Jakarta Monorail, sebagai pengembang, tidak dapat melanjutkan proyek akibat masalah pendanaan. Meskipun pemerintah menolak permintaan biaya ganti investasi yang besar dari pengembang, 98 tiang monorel masih berdiri tak terpakai hingga saat ini.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: