Remaja Lebih Banyak Menggunakan Smartphone untuk Hiburan di Sekolah
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA mengungkapkan bahwa remaja menghabiskan rata-rata 70 menit menggunakan smartphone selama jam sekolah. Menariknya, sebagian besar waktu tersebut dihabiskan untuk aktivitas hiburan ketimbang belajar.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Data menunjukkan bahwa aplikasi media sosial seperti TikTok dan Instagram mendominasi penggunaan ponsel siswa. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus yang signifikan dalam cara siswa memanfaatkan teknologi selama proses pembelajaran.
Penelitian ini melibatkan sekitar 640 remaja berusia 13 hingga 18 tahun yang mengikuti proyek Adolescent Brain Cognitive Development Study. Para peneliti menggunakan aplikasi khusus untuk memantau secara langsung penggunaan ponsel, mencatat berbagai aktivitas siswa selama jam sekolah.
Metode ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang seringkali menggunakan survei berbasis kuesioner, memberikan gambaran lebih akurat mengenai pola penggunaan ponsel oleh siswa. Temuan menunjukkan bahwa rata-rata waktu penggunaan ponsel adalah 70 menit, di mana 30 menit di antaranya dihabiskan untuk membuka aplikasi media sosial.
Aplikasi seperti TikTok, Snapchat, dan Instagram menjadi yang paling banyak digunakan, mencerminkan ketertarikan siswa pada konten hiburan. Dengan pendekatan yang lebih objektif, studi ini tentunya menawarkan wawasan baru ke dalam kebiasaan digital remaja saat ini.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Berdasarkan data yang terkumpul, hanya satu setengah menit saja yang digunakan untuk aplikasi yang mendukung pembelajaran seperti Google Docs dan Khan Academy. Sebagian besar dari waktu tersebut dihabiskan untuk bermain game, termasuk Roblox dan Pokemon Go, serta menonton konten di platform seperti Netflix dan YouTube.
Jason Nagata, penulis utama studi ini, menyatakan bahwa durasi penggunaan ponsel yang mencapai lebih dari satu jam selama jam sekolah jelas bersaing dengan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran. "Ponsel sebenarnya bisa mendukung pembelajaran, tetapi itulah bukan cara utama penggunaannya selama hari sekolah," terangnya.
Hal ini menekankan bahwa smartphone lebih sering menjadi sumber distraksi ketimbang alat bantu belajar yang efektif. Ketidakseimbangan antara penggunaan ponsel untuk hiburan dan kegiatan akademis bisa berdampak negatif terhadap fokus siswa di kelas.
Studi ini juga mencatat adanya disparitas dalam pola penggunaan ponsel antara siswa. Mereka yang menghadapi masalah dalam penggunaan media sosial cenderung menghabiskan waktu lebih lama di ponsel dibandingkan dengan remaja lainnya.
Lebih jauh lagi, didapati bahwa remaja berkulit hitam menggunakan ponsel selama 12 hingga 20 menit lebih lama dibandingkan remaja berkulit putih. Data ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial dan ekonomi dapat memengaruhi pola penggunaan ponsel di sekolah.
Para peneliti juga mengindikasikan bahwa faktor lingkungan sekolah, termasuk ukuran kelas dan sumber daya yang tersedia, berpotensi menjadi variabel yang mempengaruhi perilaku penggunaan ponsel di kalangan siswa.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: