Golkar Tegaskan Mekanisme Pilkada Baru Tak Akan Kembali ke Era Orde Baru
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, membahas wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dengan sistem tidak langsung melalui DPRD. Ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada partisipasi publik meskipun ada penolakan dari masyarakat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Sarmuji menjelaskan bahwa kekhawatiran publik muncul karena bayangan akan pengulangan model pilkada era Orde Baru. Namun, ia meyakinkan bahwa mekanisme yang diusulkan tidak akan merugikan masyarakat seperti di masa lalu.
M. Sarmuji mengungkapkan bahwa banyak kekhawatiran dari masyarakat disebabkan ingatan yang buruk tentang rendahnya partisipasi publik saat pilkada di masa Orde Baru. "Publik mungkin menyangka pilkada yang lagi didesain ini apakah nanti seperti pilkada zaman Orde Baru, yang partisipasi publiknya hampir nihil," ujarnya.
Ia kemudian mendorong masyarakat untuk tidak terlalu mengaitkan wacana baru ini dengan pengalaman negatif masa lalu. Sarmuji yakin, mekanisme yang kini diusulkan dapat membawa perubahan positif dan lebih mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Sarmuji menjelaskan, Golkar berkomitmen untuk memastikan partisipasi publik tetap menjadi elemen vital dalam proses pemilihan meskipun sistem baru diusulkan. Ia menekankan pentingnya memahami bahwa perubahan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem yang ada.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Ia menegaskan bahwa meskipun pemilihan dilakukan lewat DPRD, partisipasi masyarakat akan tetap diprioritaskan. "Kami akan mengambil sisi-sisi terbaik dari pilkada langsung untuk dimasukkan ke dalam sistem pilkada tidak langsung," kata Sarmuji.
Partai Golkar juga merencanakan berbagai mekanisme yang mendukung keterlibatan publik, seperti kampanye terbuka dan debat calon. Dengan upaya ini, masyarakat diharapkan tetap merasa memiliki suara dalam pilkada yang akan datang.
Menurut Sarmuji, perluasan partisipasi publik adalah kunci untuk menghindari kesalahan di masa lalu. Ia berharap masyarakat dapat melihat bahwa proses yang diusulkan bukanlah pengulangan dari yang sudah pernah terjadi.
Sarmuji menegaskan bahwa dukungan Partai Golkar terhadap perubahan mekanisme ini bersifat bersyarat. "Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal," tegasnya.
Transparansi dan keterlibatan masyarakat akan menjadi fokus dalam pelaksanaan mekanisme baru ini, agar diharapkan tidak mengulang kesalahan masa lalu. Dengan pendekatan tersebut, Golkar berupaya agar perubahan ini dapat diterima oleh masyarakat.
Sarmuji berharap penekanan pada partisipasi publik dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan antara masyarakat dan partai, sehingga proses pilkada ke depan dapat berjalan lebih baik.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: