Kematian Pertama Akibat Super Flu di Bandung: Apa yang Terjadi?
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan kasus kematian terkait infeksi Influenza A H3N2 subclade K, yang dikenal sebagai 'super flu'. Satu pasien dengan penyakit bawaan yang serius dilaporkan meninggal saat dirawat, sementara penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dari sepuluh pasien yang dirawat, usia mereka berkisar dari bayi hingga dewasa, menunjukkan dampak virus ini yang serius, terutama bagi mereka dengan riwayat kesehatan yang rumit.
Sejak terdeteksi, RSHS Bandung telah menangani sepuluh pasien yang terinfeksi virus 'super flu'. Pasien-pasien ini memiliki usia yang bervariasi, termasuk dua bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa virus 'super flu' dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok usia. Namun, pasien dengan komorbid mengalami dampak yang lebih signifikan, mengindikasikan perlunya perhatian lebih di kalangan mereka.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) di RSHS Bandung tengah menyelidiki penyebab pasti kematian satu pasien tersebut. Meskipun satu pasien telah meninggal, dr. Yovita Hartantri, Ketua Pinere, menegaskan bahwa kematian tersebut masih membutuhkan penyelidikan lanjut.
Menurut dr. Yovita, 'Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif.' Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pasien dapat beragam, dengan beberapa memerlukan perawatan intensif.
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr. Iwan Abdul Rachman, menjelaskan bahwa 'super flu' berbeda dengan influenza musiman. Virus ini berpotensi lebih berat serta lebih cepat menular, sehingga memerlukan kewaspadaan lebih dari tenaga medis.
'Yang kami lakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin tentunya kami siap memberikan pelayanan pada siapapun pasien yang membutuhkan layanan tersebut,' ungkap dr. Iwan. Ini menjadi perhatian penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: