BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:33 WIB

Insiden Penangkapan Pelda Chrestian Namo di Pelabuhan Tenau: Apa yang Terjadi?

Insiden Penangkapan Pelda Chrestian Namo di Pelabuhan Tenau: Apa yang Terjadi?Insiden Penangkapan Pelda Chrestian Namo di Pelabuhan Tenau: Apa yang Terjadi?

Pelda Chrestian Namo, ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, ditangkap secara mendadak oleh anggota Denpom IX/1 Kupang di Pelabuhan Tenau pada Rabu, 7 Januari 2026.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Video penangkapan yang berdurasi 1 menit 30 detik muncul di media sosial, memperlihatkan situasi tegang antara Chrestian dan petugas serta mendesaknya agar menunjukkan surat resmi.

Detail Penangkapan

Proses penangkapan Pelda Chrestian Namo berlangsung dengan kehadiran pengacara Cosmas Jo Oko, yang mempertanyakan legalitas tindakan tersebut. Dalam video yang viral, Cosmas meminta agar petugas menunjukkan surat resmi sebagai dasar hukum untuk penangkapan itu.

Chrestian, yang hadir dalam seragam TNI, menegaskan keberatannya dan bahkan menunjukkan sikap protes yang ekstrim dengan berencana melepaskan seragamnya. 'Beta sudah bilang tidak akan ikut. Beta buka baju biar beta pakai celana dalam saja,' ujarnya.

Situasi menjadi semakin panas dengan kehadiran anggota TNI lainnya berpakaian preman, yang menambah ketegangan. Ini menjadi fokus banyak netizen yang mempertanyakan alasan penangkapan di tengah ketidakpastian.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Kontroversi dan Tanggapan Keluarga

Keluarga Chrestian menyatakan keprihatinan mendalam atas penangkapan tersebut dan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. Mereka merasa bahwa penangkapan ini tidak adil, terutama setelah kehilangan anak.

Pengacara Cosmas menegaskan, 'Kalau Bapak menunjukkan surat, saat ini saya berlutut minta maaf,' menandakan bahwa proses penangkapan ini dianggap tidak sesuai dengan prosedur.

Keluarga juga menekankan bahwa proses hukum harus ditegakkan dengan jelas, sehingga hak-hak Chrestian sebagai anggota TNI dan warga negara dilindungi.

Reaksi Pihak TNI dan Media

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI, khususnya Kepala Penerangan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Mayor Inf I Gusti Komang Surya Negara. Ketidakpastian ini menambah keresahan di kalangan masyarakat.

Media sosial menjadi arena perdebatan mengenai insiden ini, di mana masyarakat memberi kritik tajam terkait prosedur penangkapan yang dianggap kurang transparan. Banyak pengguna yang menyerukan perlunya reformasi dalam institusi militer terkait isu-isu hak asasi manusia.

Kasus ini membuka diskusi lebih lanjut mengenai kesejahteraan mental anggota TNI dan bagaimana pihak berwenang harus memperlakukan mereka dalam setiap situasi hukum.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Insiden Penangkapan Pelda Chrestian Namo di Pelabuhan Tenau: Apa yang Terjadi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!