BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:00 WIB

Menelusuri Akar Kekerasan pada Anak Melalui Komunitas Media Sosial

Menelusuri Akar Kekerasan pada Anak Melalui Komunitas Media SosialMenelusuri Akar Kekerasan pada Anak Melalui Komunitas Media Sosial

Densus 88 Antiteror mengungkap adanya 70 anak di Indonesia yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem, yang disebarkan oleh komunitas media sosial bernama True Crime Community (TCC).

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Informasi ini disampaikan oleh Kombes Mayndra dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dan dinyatakan sebagai ancaman serius bagi generasi muda.

Penyebaran Ideologi Melalui Media Sosial

Komunitas True Crime Community berkembang tanpa struktur formal, sejalan dengan kemajuan media digital. Kombes Mayndra menjelaskan bahwa komunitas ini menarik orang-orang dengan ketertarikan terhadap kekerasan dan sensasionalisme media.

Dalam ruang interaksi tersebut, terjadi dialog yang cenderung mengarah ke solusi melalui tindakan kekerasan, menciptakan risiko yang sangat signifikan, terutama bagi anak-anak.

Dari laporan Densus 88, mayoritas anak yang terpapar ideologi ini berusia 11 hingga 18 tahun dan berasal dari 19 provinsi di seluruh Indonesia.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Rincian Persebaran Anggota TCC

Rincian menunjukkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan jumlah anak terbanyak yang terpapar, yaitu sebanyak 15 anak. Selanjutnya, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing tercatat memiliki 12 dan 11 anak terlibat dalam komunitas tersebut.

Beberapa daerah lain yang ikut teridentifikasi adalah Lampung, Jawa Tengah, DIY, dan Bali, meskipun jumlahnya lebih sedikit. Kombes Mayndra menegaskan pentingnya intervensi untuk mendukung anak-anak yang terlibat.

Setidaknya 67 dari 70 anak tersebut telah menjalani asesmen dan terapi konseling untuk membantu mereka keluar dari pengaruh negatif ini.

Faktor Penyebab dan Tindakan

Faktor penyebab yang mendorong anak-anak bergabung dengan TCC meliputi pengalaman perundungan, ketidakharmonisan dalam keluarga, dan akses berlebih terhadap perangkat digital. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pendidikan yang tepat bagi anak-anak.

Selain itu, beberapa anak bahkan telah melakukan pembelian replika senjata serta atribut militer yang mencerminkan ideologi TCC. Ini menjadi perhatian serius mengenai potensi perilaku kekerasan di kalangan mereka.

Densus 88 mengingatkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan anggota TCC, termasuk penikaman, terinspirasi dari insiden serupa di luar negeri, menimbulkan kekhawatiran untuk mencegah hal serupa terjadi di tanah air.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menelusuri Akar Kekerasan pada Anak Melalui Komunitas Media Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!