BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 07 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Penemuan Densus 88: 70 Anak di Indonesia Terpapar Ideologi Kekerasan dari Media Sosial

Penemuan Densus 88: 70 Anak di Indonesia Terpapar Ideologi Kekerasan dari Media SosialPenemuan Densus 88: 70 Anak di Indonesia Terpapar Ideologi Kekerasan dari Media Sosial

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai 70 anak di Indonesia yang terpengaruh oleh ideologi kekerasan ekstrem melalui grup media sosial bernama True Crime Community (TCC). Data ini dipresentasikan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Ekadalam, menyebutkan bahwa komunitas ini berkembang secara sporadis di tengah kemajuan media digital, memberikan ruang bagi interaksi antara anggota.

Profil Komunitas True Crime Community

Kombes Mayndra menjelaskan bahwa True Crime Community (TCC) tidak didirikan oleh individu atau organisasi tertentu, melainkan tumbuh secara alami di ruang digital. Fenomena ini memungkinkan minat individu terhadap kekerasan bertemu dengan sensasionalisme media.

Densus 88 menemukan sejumlah grup yang terafiliasi dengan TCC, seperti FTCI Film True Crime Indonesia dan TCC Reborn. Meskipun banyak grup diidentifikasi, Mayndra menyatakan angka pastinya sulit ditentukan, mencerminkan dinamika komunitas yang kompleks.

Faktor Penyebab Terpaparnya Anak-anak

Dari total 70 anak yang teridentifikasi, Densus telah melakukan asesmen terhadap 67. Sebagian besar adalah anak berusia antara 11 hingga 18 tahun dan banyak di antara mereka adalah korban perundungan baik di sekolah maupun di lingkungan sosial.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

“Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, jadi di luar sekolah,” jelas Mayndra, menyoroti dampak sosial yang signifikan pada kelompok usia ini.

Faktor lain yang juga berkontribusi adalah ketidakharmonisan di dalam keluarga, kurang perhatian dari orang tua, dan akses yang berlebihan terhadap perangkat digital. Ini semua membuat anak-anak merasa komunitas TCC sebagai 'rumah kedua'.

Aktivitas Berbahaya dan Tindakan Preventif

Mayndra menekankan adanya kecenderungan di kalangan anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas berbahaya, seperti membeli replika senjata. Mereka menyasar individu yang dianggap sebagai pembuli di lingkungan mereka.

Dalam penjelasannya, Mayndra mengatakan, “Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi.” Ini menunjukkan mereka mengungkapkan ideologi kekerasan melalui atribut yang mereka miliki.

Densus 88 juga menemukan komponen elektro dan bahan peledak yang tergolong berbahaya. Penanganan masalah ini melibatkan intervensi konseling dan asesmen untuk menjaga agar ideologi ekstrem tersebut tidak berkembang lebih jauh.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Densus 88: 70 Anak di Indonesia Terpapar Ideologi Kekerasan dari Media Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!