Manchester United Resmi Pecat Ruben Amorim Pasca Hasil Timpang Melawan Leeds
Manchester United mengumumkan pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala pada 5 Januari 2026, menyusul hasil imbang melawan Leeds United yang mengecewakan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Keputusan mengejutkan ini muncul di tengah posisi tim yang tidak memuaskan, duduk di peringkat keenam Liga Premier.
Setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada 4 Januari 2026, manajemen Manchester United mengambil langkah mengejutkan dengan memecat Ruben Amorim. Dalam pernyataan resmi, klub menyatakan bahwa 'ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan.'
Langkah ini diharapkan memberikan peluang terbaik bagi tim untuk menyelesaikan musim dengan hasil yang lebih baik. 'Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,' demikian pernyataan pihak manajemen.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Sebelum pemecatannya, Ruben Amorim menghadapi beberapa masalah internal, termasuk cekcok dengan direktur sepak bola, Jason Wilcox, saat membahas pendekatan taktis tim. Amorim dianggap menunjukkan respons negatif dan emosional dalam diskusi tersebut.
Ia juga menyatakan kekecewaannya mengenai kurangnya dukungan terkait transfer pemain, yang dianggap penting untuk memperkuat skuad. 'United membutuhkan satu atau dua pemain berpengalaman, terutama seorang striker dengan pengalaman di Liga Premier,' ungkap Amorim.
Pasca pemecatan, Ruben Amorim mengungkapkan bahwa ia merasa kurang mendapatkan dukungan dari manajemen. Ia juga menyampaikan bahwa keputusan pemecatannya sudah terbayang dalam pikirannya.
Meskipun merasa kecewa, Amorim tetap optimis bahwa timnya bisa menuntaskan musim dengan baik dan meraih tempat di zona Liga Champions. Dengan catatan 24 kemenangan dari 63 pertandingan, Tantangan besar masih di depan mata.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: