Dedi Mulyadi Serukan Keterbukaan Anggaran hingga Tingkat Desa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan untuk membuka penggunaan anggaran secara transparan kepada publik. Kebijakan ini mencakup anggaran dari tingkat provinsi hingga desa, termasuk dana desa, dan dituangkan dalam surat edaran resmi.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Surat edaran ini mengharuskan bupati, wali kota, camat, kepala desa, dan lurah di seluruh Jawa Barat untuk mematuhi prinsip transparansi tersebut. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat mengawasi pengelolaan keuangan negara dengan lebih baik.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa setiap anggaran belanja pemerintah harus diumumkan secara terbuka melalui berbagai platform media sosial. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses dan mengawasi penggunaan dana dari berbagai sumber.
Ia menyatakan, “Anggaran belanja pemerintah di semua tingkatan harus diumumkan secara terbuka melalui media sosial, supaya diketahui publik dan tidak ada lagi ruang gelap dalam pengelolaan keuangan negara.”
Penerbitan surat edaran ini bertujuan untuk memastikan bahwa kewajiban keterbukaan anggaran diterapkan secara merata di seluruh level pemerintahan. Setiap lapisan masyarakat diharapkan akan merasakan manfaat dari transparansi ini.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Selain soal anggaran, Dedi juga menekankan pentingnya penyampaian laporan capaian kinerja yang harus dilakukan secara rutin setiap bulan. Hal ini dianggap perlu agar masyarakat bisa mengetahui pencapaian dan kinerja pemerintah.
Ia menegaskan, “Setiap bulan, capaian kinerja harus disampaikan. Publik harus bisa menilai kinerja pemerintah dan merasakan langsung apa yang dikerjakan.”
Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan, diharapkan mereka dapat memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap kinerja pemerintah daerah.
Dedi Mulyadi mengingatkan semua pihak bahwa dana yang dikelola pemerintah merupakan hasil pajak rakyat. “Uang yang kita kelola adalah uang rakyat. Maka tidak ada alasan sedikit pun untuk tidak terbuka dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam menjalankan pembangunan harus mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas. Media sosial diharapkan menjadi saluran komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Gubernur berharap kebijakan ini akan memperkuat pengawasan publik serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan. “Semoga langkah ini menjadi jalan terang menuju Jawa Barat yang istimewa,” pungkasnya.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: