Pelaku Pembunuhan Anak Politisi Dikenal Sebagai Aksi Pencurian Spesialis
Setelah kabur selama dua minggu, pelaku pembunuhan anak anggota DPRD Cilegon berhasil ditangkap pada Jumat (2/1). Pelaku bernama HA (30) ditangkap saat beraksi mencuri di rumah mantan anggota DPRD, Roisyudin Sayuri.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Kapolda Banten, Irjen Hengki, mengungkapkan bahwa penyidik masih mendalami peran pelaku dalam kasus ini dan berjanji akan menyediakan informasi lebih lengkap setelah penyidikan usai.
Selama penyelidikan, diketahui bahwa HA merupakan spesialis pencurian rumah mewah yang biasanya ditinggal kosong. Sebelumnya, ia dilaporkan telah mencuri di rumah Roisyudin sebanyak dua kali sebelum ditangkap.
Pada saat penangkapannya, polisi menemukan barang bukti berupa perhiasan yang diambil dari pencurian sebelumnya serta alat pemanas gembok yang digunakannya untuk membuka brankas. Modus operandi ini menegaskan bahwa pelaku menyasar rumah-rumah bernilai tinggi yang kosong.
Kepolisian terus menyelidiki lebih dalam mengenai kejahatan yang dilakukannya dan mengumpulkan informasi tambahan dari saksi-saksi sekitar.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Pembunuhan anak Maman Suherman terjadi saat pelaku sedang melakukan pencurian dan kepergok penghuni rumah. Peristiwa tersebut sangat kejam, karena bocah tersebut ditemukan dengan 19 tusukan di tubuhnya.
Dari pemeriksaan, terungkap bahwa HA tidak memiliki hubungan pribadi dengan keluarga korban. Kapolda Hengki menegaskan, 'Bukan orang dekat dan tidak kenal dengan keluarga korban,' yang menunjukkan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Polisi juga menyelidiki jejak langkah pelaku sebelum dan sesudah kejadian serta menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi.
HA berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, serta diketahui bekerja di salah satu perusahaan petrokimia besar di Cilegon dan memiliki kartu anggota serikat pekerja. Informasi ini menambah kompleksitas kasus ini.
Setelah kejadian, anak-anak di sekitar lokasi merasa ketakutan dan menyadari bahwa lingkungan yang selama ini mereka anggap aman bisa menjadi tempat berbahaya. Masyarakat juga merasa resah dan meminta pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan wilayah.
Polisi diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi dan memberikan kepastian kepada warga terkait keamanan di lingkungannya.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: