Tidur dan Flu: Kapan Perlu Menambah Jam Istirahat?
Saat flu melanda, banyak orang dianjurkan untuk tidur lebih banyak. Namun, apakah sampai berlebihan atau hanya cukup informasi yang beredar?
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Pertanyaannya muncul, seberapa pentingkah meningkatkan waktu tidur selama masa sakit ini untuk mempercepat penyembuhan?
Tidur adalah fase penting bagi tubuh untuk melakukan pemulihan dan regenerasi. Selama tidur, sistem kekebalan tubuh berfungsi lebih efisien dalam melawan infeksi yang menyerang.
Tidur yang cukup membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan menguatkan daya tahan tubuh. Inilah alasan umum mengapa seseorang merasa perlu tidur lebih banyak saat mengalami flu.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Orang dewasa pada umumnya memerlukan 7-8 jam tidur per malam untuk menjaga kesehatan optimal. Namun, saat flu, beberapa individu mungkin merasa perlu meningkatkan durasi tidur mereka.
Terlalu banyak tidur justru dapat menimbulkan perasaan lesu saat bangun. Dengan demikian, penting untuk menemukan keseimbangan antara waktu tidur yang cukup dan melakukan aktivitas ringan untuk mendukung proses pemulihan.
Jika Anda merasa kelelahan yang luar biasa, mengantuk terus-menerus, atau gejala flu semakin memburuk, kemungkinan tubuh Anda memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat.
Namun, jika Anda sudah tidur dalam waktu lama dan belum merasakan perubahan, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga medis. Kesehatan bukan hanya ditentukan oleh tidur, tetapi juga harus memperhatikan pola makan dan hidrasi yang cukup.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: